Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Dalam kesempatan yang sama, Maman mengakui kesalahan komunikasinya saat menyampaikan gagasan tersebut di hadapan wartawan.
“Salahnya saya waktu menyampaikan di hadapan wartawan, sehingga terkesan mendukung produksi barang KW,” tutur Maman.
“Itu tidak benar. Saya minta maaf karena sebagai menteri saya harus fair, itu kesalahan saya,” imbuhnya.
Ia menegaskan, Kementerian UMKM berkomitmen memperkuat daya saing produk lokal agar mampu bersaing dengan produk impor. Karena itu, inovasi dan transformasi menjadi kunci utama.
“Yang penting penekanannya bukan di imitasi, tapi pada transformasi, dari produk tiruan menjadi produk yang berkualitas dan orisinal,” ujarnya.
Ucapan Viral dan Respons Publik
Sebelumnya, pernyataan Maman sempat menuai kecaman publik setelah ia menyebut contoh ‘Louis Vuitong’ dan ‘Gucco’ sebagai plesetan dari merek ternama dunia. Meski maksudnya mengarah pada strategi bisnis, pernyataan tersebut dianggap mendorong praktik produk tiruan.
Ia kemudian meluruskan bahwa semangat dari ucapannya adalah menumbuhkan kreativitas, keberanian bersaing, dan daya inovasi pelaku UMKM di dalam negeri.
“Ini bukan barang replika. Ini tentang bagaimana kita membangun kreativitas dan strategi bisnis supaya tidak kalah dengan produk impor,” pungkasnya.***