Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Dalam kesempatan yang sama, Maman mengakui kesalahan komunikasinya saat menyampaikan gagasan tersebut di hadapan wartawan.
“Salahnya saya waktu menyampaikan di hadapan wartawan, sehingga terkesan mendukung produksi barang KW,” tutur Maman.
“Itu tidak benar. Saya minta maaf karena sebagai menteri saya harus fair, itu kesalahan saya,” imbuhnya.
Ia menegaskan, Kementerian UMKM berkomitmen memperkuat daya saing produk lokal agar mampu bersaing dengan produk impor. Karena itu, inovasi dan transformasi menjadi kunci utama.
“Yang penting penekanannya bukan di imitasi, tapi pada transformasi, dari produk tiruan menjadi produk yang berkualitas dan orisinal,” ujarnya.
Ucapan Viral dan Respons Publik
Sebelumnya, pernyataan Maman sempat menuai kecaman publik setelah ia menyebut contoh ‘Louis Vuitong’ dan ‘Gucco’ sebagai plesetan dari merek ternama dunia. Meski maksudnya mengarah pada strategi bisnis, pernyataan tersebut dianggap mendorong praktik produk tiruan.
Ia kemudian meluruskan bahwa semangat dari ucapannya adalah menumbuhkan kreativitas, keberanian bersaing, dan daya inovasi pelaku UMKM di dalam negeri.
“Ini bukan barang replika. Ini tentang bagaimana kita membangun kreativitas dan strategi bisnis supaya tidak kalah dengan produk impor,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Susu Nabati Kian Jadi Tren Gaya Hidup, Buka Peluang Bisnis UMKM dari Bahan Lokal hingga Inovasi Global
Bank Indonesia Gandeng 93 UMKM Gelar Jayantara 2025 di Tasikmalaya, Dimeriahkan Pameran hingga Tabligh Akbar
Hilirisasi Kelapa Bisa Raup Rp2.600 Triliun, Mentan Amran Minta UMKM Bangun Pabrik Rp30 Miliar Secara Patungan
Wali Kota Tasikmalaya Apresiasi Jayantara Priangan Timur 2025, UMKM, Digitalisasi, dan Ekonomi Syariah Bersinergi
IFG Resmi Tutup Program Kindness to Progress 2025 di Desa Ngabab, Dorong UMKM hingga Pengolahan Sampah Berkelanjutan
OJK Terbitkan POJK UMKM, Wajibkan Bank dan LKNB Dorong Pembiayaan Demi Percepatan Pemulihan Ekonomi