Pernyataannya Soal Produk Tiruan Tuai Kecaman, Menteri UMKM Maman Abdurrahman Akui Keliru dan Minta Maaf

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 05:41 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman minta maaf usai pernyataannya soal produk tiruan.  (Instagram/maman.abdurrahman.st)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman minta maaf usai pernyataannya soal produk tiruan. (Instagram/maman.abdurrahman.st)

Mediapriangan.com - Menteri Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka usai ucapannya soal produk tiruan memicu kritik publik luas.

Maman Abdurrahman mengakui bahwa pernyataannya saat menjelaskan strategi penguatan UMKM salah dalam penggunaan analogi.

“Saya atas nama pribadi mohon maaf kalau sampai misalnya terpersepsikannya seperti itu,” ujar Maman kepada wartawan di Gedung Kementerian UMKM, Rabu (22/10/2025).

Maman menegaskan, ucapannya sama sekali tidak bermaksud mendorong pelaku UMKM untuk meniru merek dagang asing secara ilegal.

Baca Juga: 17,5 Juta Pekerja UMKM Telah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Dorong Sektor UMKM Naik Kelas

Maman Abdurrahman hanya ingin mencontoh strategi industrialisasi negara lain, seperti Korea Selatan dan Tiongkok, yang pada masa awal banyak belajar dari produk luar negeri untuk kemudian menciptakan inovasi sendiri.

“Sebetulnya esensinya bukan mendukung produk KW. Saya cuma keliru menggunakan analogi, misalnya menyebut Louis Vuitton jadi Louis Vuttong atau Dior jadi Doir,” ungkapnya.

“Maksud saya itu bukan soal meniru secara negatif, tapi tentang proses pembelajaran dan replikasi industri,” lanjut Maman.

Baca Juga: Indosat dan HiFi Perkuat UMKM di Festival Kuliner Bandung 2025, Transaksi Cashless Aman hingga Ribuan Pengunjung

Mencontoh Strategi Industri Negara Maju

Maman menuturkan, Korea Selatan pada era 1960-an membangun fondasi industrinya dengan mengamati dan memodifikasi produk dari Jepang dan Amerika Serikat. Proses panjang tersebut melahirkan perusahaan besar seperti LG yang kini mendunia.

“Dia (Korea Selatan) meniru, tapi tidak plek-plekan. Mereka melakukan amati, tiru, modifikasi sampai akhirnya punya produk sendiri. Nah, yang saya maksud adalah spirit itu,” kata Maman.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan pernah mendukung praktik pelanggaran hak kekayaan intelektual (HAKI). Fokus utamanya adalah mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas dengan inovasi dan orisinalitas produk.

Baca Juga: BGN Gandeng UMKM Lokal dan Larang Produk Kemasan untuk MBG, Respons Menu Burger dan Spaghetti Disorot

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X