Ia menepis anggapan bahwa dirinya bertindak di luar garis kebijakan kabinet. “Sepertinya saya koboi, tapi yang saya lakukan adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat ke pemerintah. Itu juga atas perintah Bapak Presiden, jadi saya nggak gerak sendiri,” tambahnya.
Gaya Komunikasi Purbaya Direstui Presiden Prabowo
Menanggapi kritik Hasan Nasbi yang menyebut gaya komunikasinya bisa melemahkan pemerintah, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa tindakannya sudah mendapat restu dari Presiden.
“Jangan anggap saya koboi, saya perpanjangan tangan dari Bapak Presiden dengan versi yang lebih halus malah,” akunya.
Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu menegaskan dirinya fokus memastikan penyerapan anggaran berjalan tepat waktu, tanpa mencampuri urusan kementerian lain.
“Saya pernah bilang ke beliau, saya akan memastikan belanjanya tepat waktu. Beliau bilang, ‘go ahead aja, jalan’ karena kita perlu ekonomi yang lebih cepat di triwulan keempat tahun ini. Udah mulai kelihatan kan? Saya harus harapkan ke depan lebih bagus lagi,” ujar Purbaya.
“Saya tidak mencampuri kebijakan mereka, tapi memastikan penyerapan anggarannya tepat karena uangnya kan ada biayanya untuk saya, ada cost-nya,” sambungnya.
Hasan Nasbi Ingatkan Soal Soliditas Pemerintah
Sebelumnya, Hasan Nasbi menyampaikan kritik terhadap gaya komunikasi Menkeu Purbaya melalui kanal YouTube pribadinya pada 24 Oktober 2025. Ia menilai sikap ceplas-ceplos antarpejabat bisa melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Itu akan melemahkan pemerintah, kita kalau mau baku tikam di ruang tertutup. Mau saling koreksi, mau saling marah-marah, mau saling debat, mau tunjuk-tunjukkan di ruang tertutup,” ujar Hasan Nasbi.
Menurutnya, perdebatan terbuka antarkabinet berisiko menciptakan kesan pemerintah yang tidak solid.
“Kalau di ruang terbuka, kita nanti akan menghibur orang yang tidak suka dengan pemerintah. Lama-lama, kalau ini diteruskan bisa membuat pemerintah kelihatan lemah, nggak solid, gampang dipecah belah, dan diadu domba,” paparnya.