nasional

Gaya Koboy Menkeu Purbaya Jadi Sorotan: Klaim Naikkan Kepercayaan Publik dan Daya Beli Nasional

Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:09 WIB
Menkeu Purbaya sebut gaya koboy dan ceplas-ceplosnya justru bantu jaga kepercayaan publik dan daya beli masyarakat. (Dok. Menkeuri)

Dalam pandangan Menkeu Purbaya, naiknya daya beli masyarakat berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ia menjelaskan bahwa setiap pelemahan ekonomi selalu diikuti penurunan tingkat kepercayaan, dan sebaliknya, peningkatan konsumsi masyarakat memperkuat legitimasi pemerintah.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Aduan Masyarakat, Dari Dugaan Penyelundupan Garmen Batam hingga Penagihan Pajak Dini Hari

“Sepertinya saya koboy, tapi yang saya lakukan adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah itu juga atas perintah Bapak Presiden,” ujar Menkeu Purbaya.

“Jadi saya tidak berani gerak sendiri. Jangan dianggap saya koboy, saya perpanjangan tangan dari Bapak Presiden,” pungkasnya.

Sementara itu, Hasan Nasbi mengingatkan agar Menkeu Purbaya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik. Menurutnya, gaya komunikasi yang terlalu keras dapat menciptakan kesan saling menyerang di antara pejabat kabinet.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Beberkan Penyerapan Dana Rp200 Triliun oleh Bank Himbara, Siap Kucurkan Tambahan Anggaran

“Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, sesama anggota kabinet tidak bisa baku tikam terus-menerus di depan umum. Karena itu akan melemahkan pemerintah,” ujar Hasan melalui kanal YouTube pribadinya, Minggu (26/10/2025).

Hasan menilai, perbedaan pendapat sebaiknya dibahas dalam ruang tertutup agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di mata masyarakat.

“Kalau mau baku tikam di ruang tertutup, mau saling koreksi, mau saling debat, silakan,” katanya.
“Tapi kalau di ruang terbuka, nanti justru menghibur orang-orang yang tidak suka dengan pemerintah,” tambahnya.

Baca Juga: Gaya Bicara Menkeu Purbaya vs Dedi Mulyadi Jadi Sorotan, Helmy Yahya Sebut Adu Komunikasi Dua Tokoh Kuat Indonesia

Gaya terbuka Menkeu Purbaya terhadap kritik bukan hal baru. Saat menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan pada awal September 2025, ia bahkan secara terbuka meminta publik untuk menilai dan mengkritiknya bila kebijakannya tak memberi dampak positif.

“Jadi ke depan teman-teman media mohon beri saya waktu untuk bekerja dengan baik,” kata Menkeu Purbaya usai serah terima jabatan di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/9/2025).

“Nanti kalau beberapa bulan baru kritik habis-habisan,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sri Mulyani atas pondasi fiskal yang kuat bagi Indonesia dan berjanji untuk melanjutkan kebijakan tersebut.

“Mudah-mudahan saya bisa meneruskan apa yang Ibu sudah buat dan saya mohon doa serta bimbingannya ke depan,” tuturnya.***

Halaman:

Tags

Terkini