Linimasa Pengadaan dan Skema Pembayaran
Dokumen keterbukaan informasi menunjukkan bahwa kesepakatan ini sebenarnya sudah dirancang sejak akhir tahun lalu.
Kontrak induk pengadaan unit kendaraan untuk Kopdes Merah Putih tercatat ditandatangani pada 28 November 2025. Proses ini kemudian berlanjut hingga dikeluarkannya Bank Garansi dari Bank BNI pada 16 Maret 2026.
Efektivitas kontrak tersebut sangat bergantung pada pembayaran uang muka dari pihak APN kepada DIPO sebesar Rp2,84 triliun.
Meskipun detail administratif telah tersebar, hingga saat ini pihak pengelola program Kopdes Merah Putih belum memberikan pernyataan resmi guna menanggapi isu yang viral ini.
Di Tengah Polemik Kendaraan Operasional
Kemunculan isu armada truk ini menambah panjang daftar tanya masyarakat terkait alokasi anggaran infrastruktur pendukung gizi nasional.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sempat mengonfirmasi rencana pengadaan motor trail dan listrik yang sudah masuk dalam pagu anggaran.
"Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)," ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.
Namun, pengadaan kendaraan tersebut justru memicu kritik karena dianggap kontras dengan keraguan sebagian publik atas kualitas menu MBG di lapangan.
Kini, dengan munculnya angka Rp10,83 triliun untuk puluhan ribu unit truk baru, transparansi mengenai operasional Kopdes Merah Putih diprediksi akan terus menjadi pusat perhatian warga net di berbagai platform digital.***