BANDUNG, Mediapriangan.com - Promedia Group resmi memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi strategis bersama Manava Collective.
Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan pelatihan vokasi, penguatan program CSR, hingga perluasan publikasi berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kesepakatan antara Promedia Group dan Manava Collective ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Promedia Teknologi Indonesia dengan Yayasan Penghubung Kebaikan Indonesia (YPKI) selaku organisasi yang menaungi Manava Collective. Penandatanganan berlangsung di kantor Manava Collective, Jalan Bango 2, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 29 Juni 2026.
MoU tersebut ditandatangani oleh Chief Executive Officer PT Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, bersama CEO Manava Collective sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Penghubung Kebaikan Indonesia, Marisa Thara Wardhani.
Melalui kolaborasi ini, Promedia Group dan Manava Collective sepakat mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mencakup peningkatan keterampilan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan strategi komunikasi dan publikasi berbagai program sosial.
Chief Executive Officer PT Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, mengatakan kedua organisasi memiliki visi yang sama dalam membangun kemandirian masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis kolaborasi.
"Promedia dan Manava memiliki visi yang sama, yaitu memberdayakan masyarakat melalui pembangunan ekonomi berbasis gotong royong. Selama lima tahun terakhir, kami telah melatih lebih dari 15 ribu peserta agar memiliki keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami percaya kolaborasi ini akan memperluas dampak pemberdayaan, membuka lebih banyak peluang kerja, sekaligus mendorong lahirnya masyarakat yang lebih mandiri dan produktif," ujar Agus.
Ia menjelaskan, Promedia Group tidak hanya memiliki jaringan media nasional yang luas, tetapi juga aktif menyelenggarakan berbagai program peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi yang telah diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, CEO Manava Collective, Marisa Thara Wardhani, menegaskan organisasinya memiliki komitmen untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, dan penyaluran tenaga kerja.
"Kami memiliki cita-cita agar semakin banyak masyarakat yang bertransformasi dari penerima zakat menjadi pemberi zakat. Karena itu, kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membekali mereka dengan berbagai keterampilan dasar agar siap memasuki dunia kerja. Bahkan, kami memiliki perusahaan outsourcing yang menjadi jembatan bagi para peserta pelatihan untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak," kata Thara.