Selain mengenali tanda bahaya, Joyce juga menekankan pentingnya komunikasi asertif dalam menghadapi hubungan toksik. Menurutnya, seseorang perlu berani menyampaikan penolakan dengan cara yang tepat ketika menghadapi perilaku yang mengancam.
"Kalau kita merasa bahwa saya perlu melawan, belajar teknik asertif dalam berkomunikasi, bilang tidak itu betul," tutur Joyce.
"Dengan mengatakan, 'kamu tidak boleh begitu pada saya.' Itu nada suara, bahasa tubuh, itu perlu dilatih," beber Joyce.
Tak hanya itu, psikolog tersebut juga menyoroti pentingnya keberadaan lingkungan terdekat sebagai tempat mencari bantuan ketika menghadapi persoalan dalam hubungan.
"Yang ketiga, bangun support system. Sahabat, orang tua, keluarga, ini harus harmonis hubungannya, harus dekat dengan kita," sebut Joyce.
Baca Juga: Taufik Hidayat Ditangkap, Uang Sayembara Rp250 Juta Dedi Mulyadi untuk Korban YTR
"Karena bagaimanapun, yang membantu kita keluar nanti adalah mereka," tambahnya.
Dalam pembahasannya, Joyce juga mengaitkan perilaku agresif seseorang dengan pola asuh sejak usia dini. Menurutnya, pola pengasuhan yang terlalu permisif dan minim penanaman empati dapat memengaruhi pembentukan karakter hingga dewasa.
Menanggapi penjelasan tersebut, Feni Rose menilai pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga.
"Sekarang kita mau belajar ya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi pada siapa pun. Tadi kita belajar mengenai pola asuh," sebut Feni Rose.
"Itu penting sekali bahwa orang tua harus sejak sedini mungkin melatih anak-anak untuk mengendalikan diri, kalau salah harus ditegur, jangan kalau salah dibiarkan," imbuhnya.***