Baca Juga: Megawati Hangestri Bawa Efek Megatron ke Hyundai Hillstate, Subscriber YouTube Klub Tembus 100 Ribu
Pengakuan Nanik tersebut kembali menyoroti tekanan yang ia rasakan selama menjadi Kepala BGN. Ia menyebut beban pekerjaan bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga tanggung jawab mengelola anggaran negara yang besar.
Sebagai Kepala BGN, Nanik mengaku sangat berhati-hati dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan anggaran. Kekhawatiran melakukan kesalahan dalam penggunaan dana negara membuat dirinya tidak ingin mengambil keputusan penting seorang diri.
Menurut Nanik, setiap dokumen yang membutuhkan tanda tangan selalu melalui pemeriksaan dan pendampingan. Ia bahkan meminta dua wakil kepala ikut membubuhkan paraf dalam sejumlah dokumen.
Baca Juga: TPID Banten Kunjungi Ciamis, Kerja Sama Cabai Jadi Strategi Pengendalian Inflasi Antar Daerah
"Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf," ujar Nanik.
Tekanan tersebut, menurut Nanik, perlahan ikut memengaruhi kondisi fisiknya. Ia mengaku mengalami kecemasan ketika harus menghadapi berbagai dokumen dan pekerjaan yang menumpuk.
Kondisi itu kemudian mendorong Nanik untuk berbicara kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta izin agar dapat meninggalkan jabatan Kepala BGN dan lebih berkonsentrasi pada pemulihan kesehatan.
Baca Juga: Situ Gede Kota Tasikmalaya Kering, Ekonomi Warga di Sekitar Situ Gede Ikut Terdampak
"Saya sudah pamit kepada presiden, jangan lama-lama saya di BGN karena saya mau konsen untuk kesehatan saya," ungkap Nanik.
Meski tidak lagi menduduki posisi Kepala BGN, Nanik menyebut dirinya masih berpeluang tetap terlibat dalam pengawasan lembaga tersebut. Ia mengatakan Presiden Prabowo memintanya tetap ikut mengawasi jalannya BGN.
Nanik juga menyinggung kemungkinan dirinya berada dalam struktur dewan pengawas. Namun, ia menegaskan tidak ingin kembali berurusan langsung dengan pengelolaan anggaran.
Baca Juga: Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik Deyang dalam Kasus Korupsi MBG, Penyidik Masih Dalami Bukti
Pengalaman mengelola anggaran BGN disebut meninggalkan tekanan tersendiri bagi Nanik. Ia mengaku masih bersedia memberikan pengawasan dan masukan, tetapi tidak ingin kembali memegang tanggung jawab keuangan.
"Kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," tandasnya.***