JAKARTA, Mediapriangan.com - Rekaman CCTV yang memperlihatkan cekcok antara seorang petugas keamanan (satpam) dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Peristiwa yang beredar melalui akun Instagram @undercover.id itu disebut terjadi saat lampu penyeberangan sedang menyala hijau untuk pejalan kaki. Saat itu, satpam bernama Victor Harefa tengah membantu warga menyeberang jalan.
Dalam unggahan tersebut, pengemudi Alphard hitam diduga tetap melaju dan menerobos jalur penyeberangan sehingga mendapat teguran dari petugas keamanan.
Baca Juga: JNE Content Competition 2026 Kumpulkan 5.273 Karya, Kreator Indonesia Adu Talenta di Empat Kategori
Video CCTV kemudian memperlihatkan situasi memanas. Sejumlah orang yang mengenakan pakaian batik turun dari mobil Alphard dan terlibat adu mulut dengan satpam. Disebutkan pula bahwa Victor sempat dibawa ke pos pengamanan setelah insiden tersebut.
Sorotan publik semakin besar setelah muncul dugaan bahwa pengemudi atau rombongan di dalam mobil sempat memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) aparat untuk mengintimidasi petugas keamanan.
Tak hanya itu, beredar pula kabar bahwa Victor dipaksa bersujud untuk meminta maaf. Dugaan tersebut kini menjadi fokus perhatian warganet dan tengah didalami aparat kepolisian.
Baca Juga: Gerai Kopdes Pulau Buluh Batam Tutup, Modal Terbatas dan Pengelolaan Jadi Penyebab
Dalam video klarifikasi yang beredar, Victor mengakui dirinya memang bersujud di hadapan pihak yang berselisih dengannya. Namun, ia menyebut tindakan itu dilakukan karena merasa tidak memiliki pilihan lain.
"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf," ujar Victor.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf serta berjanji menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan pihaknya masih menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan adanya pemaksaan untuk bersujud.