nasional

AHWA Titip Pesan untuk KH Miftachul Akhyar, Rangkul Semua Potensi NU dan Rawat Organisasi Bersama

Selasa, 1 September 2026 | 07:42 WIB
KH Miftachul Akhyar kembali memimpin sebagai Rais Aam PBNU. AHWA menitipkan pesan agar seluruh potensi NU dirangkul dan organisasi dirawat bersama. (Instagram/abdulhakimmahfudz - multimedia_kh_miftachul_akhyar)

JOMBANG, Mediapriangan.com - Amanat untuk merangkul seluruh kekuatan di tubuh organisasi menjadi salah satu pesan penting setelah KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.

KH Miftachul Akhyar kembali mendapat kepercayaan tersebut melalui keputusan Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA dalam Muktamar Ke-35 NU di Jombang pada 30 Agustus 2026.

Pesan AHWA disampaikan agar kepemimpinan Rais Aam PBNU ke depan tidak hanya menjaga kesinambungan organisasi, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai potensi yang dimiliki NU.

"Para Ahlul Halli wal Aqdi semuanya, bahwa kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Baca Juga: Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Raih 472 Suara dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang

“Dalam bentuk apa pun, untuk ke depan bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama secara bersama-sama," tambah KH Anwar Iskandar pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Amanat tersebut menjadi perhatian setelah KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya menjadi Rais Aam PBNU. Periode kedua kepemimpinannya diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus merawat berbagai elemen yang berada di dalam NU.

Pendekatan dakwah yang selama ini dibawa KH Miftachul Akhyar juga mendapat sorotan dari Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas. Ia menilai corak dakwah Kiai Miftach cenderung mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif.

"Hal itu terlihat jelas dalam berbagai pidato dan ceramah yang beliau sampaikan. KH Miftachul Akhyar sering sekali mengingatkan kita agar dalam berdakwah jangan menempuh cara-cara yang tidak baik tapi harus lebih sejuk, dialogis dan persuasif," ujarnya.

Baca Juga: Ansor dan Akademisi NU Tasikmalaya Kritik Undangan KDM ke Syuriah NU Jelang Muktamar

Menurut Anwar Abbas, pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga harmoni sosial. Corak dakwah yang sejuk dan persuasif juga diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan NU di bawah kepemimpinan Rais Aam PBNU.

Selain persoalan dakwah, perhatian terhadap kondisi ekonomi umat menjadi isu lain yang dikaitkan dengan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar.

Anwar Abbas menyebut Kiai Miftach memiliki perhatian terhadap kondisi ekonomi umat yang dinilainya masih lemah secara makro.

"Karena menurut sang kiai, jika umat tidak bisa memperkuat dirinya dalam bidang ekonomi dan bisnis maka kita umat Islam akan terpuruk sehingga kita tidak akan bisa menghambat dan mencegah terjadinya kemunduran umat," papar Anwar.

Halaman:

Tags

Terkini