JAKARTA, Mediapriangan.com - Penutupan Stasiun Karet sejak 1 September 2026 membuat perjalanan sebagian pengguna KRL mengalami perubahan. Akses menuju Stasiun BNI City menjadi pilihan bagi penumpang yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet.
Perubahan tersebut memunculkan beragam respons di media sosial. Sebagian pengguna mengeluhkan jarak berjalan kaki menuju BNI City yang dinilai cukup melelahkan, sementara lainnya justru menganggap kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk lebih banyak berjalan kaki.
Keluhan Pengguna Stasiun Karet
Sejumlah pengguna mengaku harus menyesuaikan waktu keberangkatan setelah Stasiun Karet ditutup. Perjalanan menuju BNI City disebut membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit dengan berjalan kaki.
Pemilik akun Threads @devaputs menceritakan perubahan yang dirasakannya setelah tidak lagi bisa turun di Stasiun Karet.
“Jujur mau nangis banget pagi-pagi, karena biasanya turun kereta nyebrang dan jalan dikit aja bisa langsung ketemu abang grab, kalo ini harus naik turun tangga,” tulis pemilik akun Threads @devaputs.
Pengalaman serupa disampaikan akun @saliissaa_. Ia menggambarkan perjalanan menuju BNI City sebagai aktivitas yang cukup menguras tenaga, terutama karena harus berjalan kaki dan melewati tangga.
“Gobyos banget sampe kantor basah kuyup, ohlaraga tiap hari semangat kaki naik turun tangga + jalan kaki 15 menit,” tulis di Threads.
Perdebatan kemudian berkembang di media sosial. Tidak semua warganet menganggap perjalanan tambahan menuju BNI City sebagai persoalan.
Sebagian justru menilai masyarakat perlu membiasakan diri berjalan kaki. Pandangan tersebut muncul di tengah keluhan pengguna mengenai jarak dan akses menuju Stasiun BNI City.
“Makanya dibiasain jalan kaki, bayar murah pengen dapat fasilitas bintang lima, di negara maju, masyarakatnya terbiasa jalan kaki 3 km,” posting akun @reynaldoaritonang96 pada Selasa, 1 September 2026.