Puncak kejadian terjadi pada 15 Januari ketika ketiga kapal mendekat ke Irian namun diketahui oleh pihak Belanda. Hal ini membuat pertempuran tidak terelakan.
Kekuatan militer Belanda yang saat itu begitu kuat, membuat pertempuran tidak seimbang. Komodor Yos Sudarso dan awak kapal yang berada di KRI Macan Tutul menjadi korban. Mereka gugur dalam pertempuran tersebut.
Sedangkan, dua kapal lainnya yakni KRI Harimau dan Macan Kumbang berhasil selamat dari pertempuran tersebut.
Baca Juga: Komisi I DPR RI Setujui Pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI
Pertempuran ini pun menjadi pertempuran yang terakhir kalinya. Belanda akhirnya menarik diri dari wilayah Irian Barat akibat rakyat Irian lebih memilih untuk bergabung dengan Indonesia.
Hingga saat ini pertempuran di Laut Ara tersebut menjadi catatan sejarah perjuangan bagi Indonesia. Dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Dharma Samudera.***