Sejarah Hari Dharma Samudera, Peringatan Atas Peristiwa Pertempuran yang Terjadi di Laut Arafuru 61 Tahun Lalu

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 12 Januari 2023 | 20:57 WIB
Menjelang peringatan Hari Dharma Samudera 2023, yang peringati pada tanggal 15 Januari, Panglima TNI Yudo Margono menggelar pengukuhan Kapal Angkut Tank KRI Teluk Wondama (TWA)-527. (Tangkap layar Instagram/@tni_angkatan_laut)
Menjelang peringatan Hari Dharma Samudera 2023, yang peringati pada tanggal 15 Januari, Panglima TNI Yudo Margono menggelar pengukuhan Kapal Angkut Tank KRI Teluk Wondama (TWA)-527. (Tangkap layar Instagram/@tni_angkatan_laut)

 

Mediapriangan.com - Hari Dharma Samudera merupakan peristiwa penting dalam sejarah RI. Peringatan Hari Dharma Samudera untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Laut Arafuru antara tentara Indonesia melawan Belanda.

Hari Dharma Samudera sendiri diperingati pada tanggal 15 Januari tiap tahunnya. Sebuah peristiwa heroik dalam sejarah Angkatan Laut Indonesia pada 15 Januari 1962.

Kala itu, Tentara Indonesia bertempur untuk membebaskan Irian Barat (Papua) di perairan Maluku. Pertempuran yang heroik itu pun tercatat dalam sejarah dan menjadi peringatan setiap tahunnya.

Baca Juga: Jelang Momentum Hari Dharma Samudera 2023, Panglima TNI Yudo Margono Gelar Pengkuhan KRI Teluk Wondama 527

Sejarah Hari Dharma Samudera

Pada 15 Januari 1962 terjadi pertempuran antara Tentara Indonesia dengan Belanda, perang tersebut terjadi karena Belanda tidak bersedia menyerahkan wilayah Irian Barat.

Belanda melakukan pelanggaran perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB). Dalam perjanjian KMB jelas bahwa Belanda harus dan bersedia menyerahkan wilayah Irian Barat ke Indonesia.

Atas dasar pelanggaran perjanjian tersebut, pemerintah Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) pun mengambil sikap dengan mengadakan operasi sayap.

Baca Juga: Profil Laksamana TNI Muhammad Ali yang Resmi Menjadi Kepala Staf Angkatan Laut

Operasi rahasia ini diawali dengan mengirimkan 3 Kapal Republik Indonesia (KRI) dengan tugas infiltrasi mendaratkan pasukan di Kaimana, Papua Barat.

Adapun 3 kapal cepat RI tersebut yakni KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau untuk mengintai kekuatan militer Belanda yang menduduki wilayah Irian Barat.

Satuan khusus yang kala itu dipimpin oleh Sudomo itu mengemban misi rahasia dan diberi nama misi STC-9 (Satuan Tugas Khusus 9 Januari).

Baca Juga: Laksamana Yudo Margono Resmi Jadi Panglima TNI, Apa Saja Tugasnya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X