Mediapriangan.com - Tragedi kecelakaan merenggut nyawa Natalia Tiwi (14 tahun), siswi kelas 1 SMP PT Limpah Sejahtera, Desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kejadian tersebut terjadi ketika Natalia dan kakaknya, Reval, dalam perjalanan menuju sekolah dan ditabrak oleh dump truck milik PT Limpah Sejahtera yang melaju kencang dan penuh muatan sawit.
Natalia, puteri kedua dari Bapak Atan Raga dan Ibu Maria Masani, asal Desa Sebowuli, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, meninggal seketika karena terlindas truck PT Limpah Sejahtera, pada Jumat, 2 Februari 2024.
Baca Juga: Dampak Kecelakaan Kereta Api di Jawa Barat 2023, Ini Perjalanan KA yang Batal dan Harus Memutar
Kakaknya, Reval, selamat namun dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke RSUD Agoesdjam Ketapang.
Aparat kepolisian setempat melakukan olah TKP dan mengamankan sepeda motor, namun truck PT Limpah Sejahtera tidak mengalami proses lebih lanjut.
Kepala Polisi Sub Sektor Sungai Melayu Rayak, IPDA Puji Manurung, menyatakan bahwa sopir truck sudah berada di Polres Ketapang.
“Mengenai sopir sudah di Polres Ketapang,” katanya, dikutip dari SuluhDesa.
Darius Wawo, keluarga korban, mengungkapkan bahwa truck yang menabrak Natalia adalah milik PT Limpah Sejahtera dengan nomor DT 90, dikemudikan oleh Gregorius Lowa, didampingi oleh para pemuat sawit, yaitu Andi Nau, Edwin Delo, dan Krani 1 Eman Kodo.
Darius menyampaikan bahwa keluarga menuntut tanggung jawab dari PT Limpah Sejahtera atas kecelakaan yang merenggut nyawa cucunya.
Meski perwakilan perusahaan sempat datang dan berjanji bertanggung jawab, namun pada hari berikutnya, PT Limpah Sejahtera tidak memenuhi janjinya.
Artikel Terkait
Kecelakaan Pikap Masuk Jurang Di Ciamis, Korban Selamat Begini Kondisi Sekarang
Amukan Api di RSUD dr. Slamet Garut, Pasien Dievakuasi, Pemadaman Kebakaran Sulit Dikarenakan Angin Kencang
Insiden Kecelakaan Kereta Api Argo Semeru, Berdampak Keterlambatan Jadwal Keberangkatan Kereta Api Lainnya
Gempa Bumi Dengan 5,6 Magnitudo Guncang Kabupaten Garut, Terasa Hingga di Kota Tasikmalaya dan Ciamis