Rd Rasich Hanif Radinal Mukhtar Meninggal Dunia Saat Mempertahankan Hak Tanah, Warga Tatar Galuh Berduka

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 14 September 2024 | 07:41 WIB
Almarhum H. Rd Rasich Hanif Radinal Mukhtar dikenal sebagai Wakil Wali Kerajaan Galuh Ciamis dan menjabat sebagai Sekretaris Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).   (YouTube.com@fsknmedia)
Almarhum H. Rd Rasich Hanif Radinal Mukhtar dikenal sebagai Wakil Wali Kerajaan Galuh Ciamis dan menjabat sebagai Sekretaris Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). (YouTube.com@fsknmedia)

 

 

Mediapriangan.com - Kabar meninggalnya Rd Rasich Hanif Radinal Mukhtar meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, terutama warga Tatar Galuh, Kabupaten Ciamis.

Rd Rasich Hanif Radinal Mukhtar wafat saat mempertahankan tanah miliknya yang dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 12 September 2024.

Insiden kekerasan yang menimpa Rd Rasich Hanif Radinal Mukhtar, yang dikenal sebagai Wakil Wali Kerajaan Galuh Ciamis, mendapat perhatian luas, termasuk dari para budayawan.

Baca Juga: Pj Bupati Ciamis Ziarah ke Makam Leluhur Galuh, Ini Agenda Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-382 Berikutnya

Budayawan dari Yayasan Bunga Sufi, Bang Sufi, menyoroti peristiwa ini sebagai tindakan yang tidak pantas dan mencederai nilai-nilai budaya serta kemanusiaan.

Menurutnya, dalam proses eksekusi tersebut, terdapat kelompok massa yang berpakaian preman dan bercampur dengan aparat kepolisian, memperlihatkan tindakan brutal.

“Tindakan kekerasan ini tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat Galuh," ujar Bang Sufi, Jumat, 13 September 2024.

Baca Juga: Kabupaten Ciamis Raih Empat Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkumham RI, Pengakuan Atas Kekayaan Budaya

Ia juga menyerukan agar kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh atas kematian Rd Rasich Hanif, yang dianggap sebagai simbol semangat dan jiwa masyarakat Tatar Galuh.

"Mendengar kabar beliau meninggal saat mempertahankan tanahnya, apalagi setelah melihat rekaman video yang menunjukkan tindakan represif hingga beliau jatuh dan meninggal, ini sangat tidak manusiawi," ungkapnya.

Bang Sufi menekankan bahwa dalam setiap eksekusi seharusnya ada prosedur yang benar, termasuk proses negosiasi, terutama dengan sosok yang sudah lanjut usia seperti almarhum.

Baca Juga: Penuhi 4 Kriteria Sistem Transportasi, Kabupaten Ciamis Raih Penghargaan WTN 2024 dari Kementerian Perhubungan RI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X