“Perhatikan soal dengan teliti, jangan terburu-buru, manfaatkan waktu dengan bijaksana,” pesan Budi Waluya kepada para peserta.
Di kesempatan yang sama, Budi Waluya juga memberikan motivasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa seleksi ini merupakan ajang kompetisi yang sangat ketat, namun diharapkan dapat menghasilkan peserta terbaik yang siap mengisi berbagai formasi PPPK.
“Semoga Anda semua bisa lulus, dan kami berharap persaingan ini berlangsung secara adil dan transparan. Kami menginginkan hasil yang terbaik untuk Kabupaten Ciamis,” ujar Budi Waluya.
Namun, ia juga memberikan penghiburan bagi mereka yang mungkin tidak lulus dalam seleksi ini.
“Jangan putus asa, masih banyak kesempatan lain di waktu dan tempat yang berbeda. Teruslah berusaha dan jangan berhenti untuk belajar,” tambah Budi Waluya dengan semangat.
Dengan adanya seleksi kompetensi ini, Pemkab Ciamis berharap dapat mengatasi kekurangan tenaga kerja profesional di sektor pemerintahan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Proses seleksi PPPK ini diharapkan menjadi langkah penting dalam merekrut sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung kinerja pemerintah daerah, dan memastikan bahwa layanan publik yang diberikan kepada masyarakat semakin optimal.
Melalui seleksi ini, Pemkab Ciamis menunjukkan komitmennya dalam mencari tenaga kerja profesional yang tidak hanya memenuhi kualifikasi, tetapi juga mampu bekerja dengan penuh dedikasi dan integritas.***
Artikel Terkait
Pj Bupati Ciamis Tekankan Peran Strategis Bapenda dalam Meningkatkan PAD untuk Pembangunan Kabupaten Ciamis
Prabowo Ingin Hemat Rp15 Triliun dari Dana Perjalanan Dinas Luar Negeri, Para Menteri Malah Ajukan Tambahan Anggaran
4 Fakta Terbaru Kasus Remaja Diduga Bunuh Ayah dan Nenek di Jaksel, Termasuk Bukti Rekaman CCTV Polisi
Super Maximum Security, Jeruji Khusus Bandar Narkoba, Langkah Tegas Pemerintah bersama Polri
Rafael Struick Perkuat Timnas Garuda di Penyisihan Grup AFF 2024, Malaysia dan Vietnam Siap-Siap Ketar-Ketir!
Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Kontroversi Ejekan ke Pedagang Es Teh dan Polemik Gelar 'Gus'