Mediapriangan.com - Tragedi penikaman yang menewaskan aktor Sandy Permana pada Minggu, 12 Januari 2025, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Di sisi lain, istri pelaku, Yulianti, muncul ke publik enam hari setelah kejadian, mencoba menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga almarhum Sandy Permana.
Yulianti, istri pelaku Nanang Gimbal, mendatangi rumah almarhum Sandy Permana di Kompleks Perumahan TNI/Polri, Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Nanang Gimbal Akui Dendam Lama pada Sandy Permana Sejak Pernikahannya di 2019, Ini Alasannya
Meski bermaksud baik, niatnya belum diterima sepenuhnya oleh keluarga korban.
Saat itu, Yulianti hanya diterima oleh ibu Sandy, Noki, dan anggota keluarga lainnya.
Istri Sandy, Ade Andriani, tidak berada di rumah saat Yulianti datang. Ade mengaku masih terlalu sakit hati untuk bertemu langsung dengan istri pelaku.
"Ya kalau belum siap, memang belum siap. Enggak semudah itu meminta maaf ya," ujar Ade kepada wartawan, Jumat, 17 Januari 2025.
Kesedihan Ade Andriani
Ade masih berjuang menerima kenyataan pahit setelah kehilangan suaminya.
Ia merasa semakin berat memaafkan ketika melihat anak-anaknya terus bertanya tentang keberadaan ayah mereka.
"Coba dia kalau di posisi saya, sudah kehilangan suami, anak-anak sering cerita saya enggak punya ayah lagi, gimana (enggak) sakit hati saya," ungkap Ade.
Ade juga mengaku sengaja menghindar dari pertemuan dengan Yulianti.
Artikel Terkait
Rekonstruksi Pembunuhan Keji di Ciamis, Polres Ciamis Peragakan 54 Adegan di TKP Rancah dengan Menghadirkan 5 Saksi
5 Fakta di Balik Penangkapan Ronald Tannur, Terdakwa Kasus Pembunuhan yang Sempat Divonis Bebas PN Surabaya
Misteri Penembakan Siswa SMK Semarang, Fakta Terkini dan Sosok Oknum Polisi Terlibat
Penembakan Bos Asuransi Kesehatan di AS, Tersangka Ditangkap, Temuan Petunjuk pada Selongsong Peluru
Kriminal Sepanjang 2024! Intip Kronologi Kasus Penemuan Mayat dalam Koper di Bekasi hingga Pemerasan Oknum Polisi di Acara DWP
Penembakan Pemilik Rental Mobil di Rest Area Diduga Sindikat Penggelapan, Simak 3 Kasus Fenomenal di Indonesia