Ia juga mengkritik kecenderungan birokrasi yang menghindari program berisiko tinggi karena takut mendapat sorotan negatif dari publik.
Baginya, langkah-langkah progresif tetap diperlukan dalam pembangunan, dengan dukungan regulasi yang memadai agar para birokrat dapat menjalankan tugasnya tanpa rasa khawatir.
Isu ketenagakerjaan juga menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut.
Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya angka pengangguran di Jawa Barat dan menekankan perlunya digitalisasi dalam sistem rekrutmen tenaga kerja.
Ia mengusulkan pembentukan basis data tenaga kerja dari tingkat desa hingga provinsi, sehingga perusahaan dapat lebih mudah merekrut tenaga kerja lokal dengan proses yang lebih efisien.
Serah terima jabatan ini tidak hanya menjadi momen simbolis dalam pergantian kepemimpinan BPK, tetapi juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan lembaga pengawas untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan efisien.
Dengan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, diharapkan pembangunan di Jawa Barat semakin berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.***
Artikel Terkait
Sekda Ciamis Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Cikoneng, 4.300 Siswa di Kecamatan Cikoneng Terima Manfaat
Sekda Ciamis Luncurkan Calendar of Event 2025, Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Promosi Digital
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Awali Kepemimpinan dengan Penyesuaian Visi, Perubahan Jam Kerja dan Efisiensi Anggaran
Sertijab Pj Bupati Budi Waluya ke Herdiat Sunarya, Resmi Pimpin Ciamis 2025-2030 dengan Visi Pembangunan Berkelanjutan