Mediapriangan.com - Sedang ramai mendapatkan sorotan di media sosial (medsos) terkait kasus dugaan pelecehan seksual oleh tersangka peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Indonesia (UI) terhadap seorang mahasiswi.
Skandal itu viral karena tersangka dokter PPDS UI itu diduga melakukan aksi merekam terhadap seorang mahasiswi yang sedang mandi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP M Firdaus mengklaim adanya tersangka yang diduga merekam seorang mahasiswi di sebuah kos-kosan di Jakarta Pusat.
Firdaus menuturkan, korban merupakan tetangga kosan yang dihuni tersangka.
Kemudian, Firdaus mengungkap motif tersangka berinisial MAS (39) yang merupakan dokter PPDS UI melakukan aksinya karena iseng.
"Motif pelaku dengan iseng, karena mendengar korban sedang mandi," ungkap Firdaus dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, pada Senin, 21 April 2025.
Firdaus menuturkan, kronologi bermula saat tersangka mendengar suara korban SSS (22) sedang mandi, pada Rabu, 15 April 2025 sekira pukul 18.15 WIB.
Saat itu, tersangka berinisiatif mengambil handphone miliknya untuk merekam kegiatan korban melalui lubang angin atau ventilasi dengan memanjat lewat plafon kosan.
"Pelaku mengaku iseng karena mendengar seseorang yang sedang mandi," terang Firdaus.
"Sehingga pelaku berniat untuk melakukan, merekam terhadap korban yang sedang mandi," sambungnya.***
Artikel Terkait
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Saat USG, Dokter Kandungan di Garut Ditangkap Polisi, Korban Tercatat 2 Orang
Klinik Akui Pernah Terima Keluhan Pasien, Dokter Kandungan Garut Terduga Pelecehan Seksual Sudah Tak Praktik Lagi
Fakta Baru Kasus Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut, Kejadian Bukan di 2025, Kini Sudah Dilarang Praktik
Ramai Kasus Pelecehan oleh Dokter Obgyn, Mengapa Profesi Dokter Kandungan Justru Didominasi Laki-laki?
Dirawat Inap Sendiri di RS Swasta Malang, Pasien Diduga Dilecehkan Dokter dan Kini Ambil Langkah Hukum Serius!
Korban Pelecehan Seksual Dokter Iril Capai Ratusan, Sasar Ibu Hamil Trimester 2 dan 3 dengan Modus Pemeriksaan Kandungan