Klinik Akui Pernah Terima Keluhan Pasien, Dokter Kandungan Garut Terduga Pelecehan Seksual Sudah Tak Praktik Lagi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 16 April 2025 | 11:07 WIB
Dokter kandungan di Garut yang diduga melakukan tindakan pelecehan seksual sudah tidak bekerja di klinik.   (Instagram/ppdsgramm - Instagram/ahmadsahroni88)
Dokter kandungan di Garut yang diduga melakukan tindakan pelecehan seksual sudah tidak bekerja di klinik. (Instagram/ppdsgramm - Instagram/ahmadsahroni88)

Mediapriangan.com - Rekaman CCTV dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter kandungan di Garut viral di media sosial.

Di video yang beredar itu tampak dokter yang tengah melakukan pemeriksaan USG kepada pasien wanita dan dugaan pelecehan pun terjadi.

Terlihat bahwa tangan kiri dokter tersebut menelusup ke area dada pasien saat sedang melakukan USG.

Baca Juga: Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Saat USG, Dokter Kandungan di Garut Ditangkap Polisi, Korban Tercatat 2 Orang

Dari hasil penyidikan sementara kepolisian, terungkap bahwa itu adalah video 20 Juni 2024 dan menurut keterangan dari pengelola klinik yang menjadi TKP, dokter tersebut sudah tidak praktik di tempatnya lagi.

“2 tahun (praktik) dari 2023 sampai sekarang tapi sudah tidak praktik lagi di sini,” kata dokter Dewi Sri Fitriani kepada media pada Selasa, 15 April 2025.

Dewi kemudian membenarkan bahwa sempat menerima keluhan dari pasien terhadap sikap dokter.

Baca Juga: Tak Cuma Pasien, Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Perawat hingga Bidan, Fakta Baru Kasus Makin Mengejutkan!

“Ya, sempat ada keluhan, kemudian saya juga sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, selanjutnya kami serahkan kepada polisi,” imbuhnya.

Dewi mengungkapkan bahwa tindakan pelaku merugikan nama baik klinik sekaligus mencoreng kedokteran.

“Merasa dirugikan, apalagi bukan hanya kepada klinik saja sebagai pribadi, tapi kepada seluruh dokter di Indonesia,” ucap Dewi.

Baca Juga: Kemenkes Turun Tangan, STR Dokter Kandungan di Garut yang Diduga Lecehkan Pasien Saat USG Akan Dinonaktifkan!

“Dengan adanya satu oknum ini jadi mencoreng, seolah-olah semua dokter itu sepertinya sama,” terangnya.

Saat ditanya mengenai tuntutan yang mungkin akan dilakukan oleh manajemen klinik, Dewi mengatakan bakal berkoordinasi lebih lanjut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X