Rumah dan Sawah Terendam Banjir di Panumbangan, Bupati Herdiat Ambil Langkah Cepat Normalisasi Sungai Citanduy

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 23 Mei 2025 | 15:58 WIB
Bupati Herdiat bergerak cepat melakukan koordinasi dengan BBBWS Citanduy, masyarakat, dan berbagai pihak terkait di Aula Bale Desa Kertaraharja pada Kamis, 21 Mei 2025.   (Dok. Kominfo)
Bupati Herdiat bergerak cepat melakukan koordinasi dengan BBBWS Citanduy, masyarakat, dan berbagai pihak terkait di Aula Bale Desa Kertaraharja pada Kamis, 21 Mei 2025. (Dok. Kominfo)

 

 

Mediapriangan.com - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, pada Rabu, 21 Mei 2025 malam, menyebabkan banjir melanda Dusun Sukapulang Wetan, Desa Kertaraharja.

Air meluap dengan cepat dan merendam permukiman warga, area pertanian, serta kolam ikan. Ketinggian air bahkan mencapai pinggang anak dewasa, menimbulkan kerusakan yang cukup parah.

Tanggap terhadap bencana tersebut, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, langsung menggelar rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan unsur masyarakat.

Baca Juga: Ciamis Jadi Sorotan Nasional! Kemenko PMK Lakukan Kunjungan Tiga Hari Bahas Strategi Perkuat Budaya Literasi Daerah

Pertemuan tersebut dilangsungkan di Aula Bale Desa Kertaraharja pada Kamis, 21 Mei 2025, sebagai bentuk penanganan cepat terhadap banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.

“Ini bukan kejadian biasa. Kita harus serius menangani banjir yang terus berulang, dengan dukungan semua pihak,” tegas Bupati Herdiat dalam sambutannya.

Salah satu langkah yang disepakati adalah normalisasi Sungai Citanduy.

Banjir akibat hujan deras rendam permukiman di Panumbangan, Kabupaten Ciami, Pemkab dan BBWS Citanduy sepakat lakukan normalisasi sungai, pada Kamis, 21 Mei 2025.
Banjir akibat hujan deras rendam permukiman di Panumbangan, Kabupaten Ciami, Pemkab dan BBWS Citanduy sepakat lakukan normalisasi sungai, pada Kamis, 21 Mei 2025. (Dok. Kominfo)

Baca Juga: 184 Guru di Ciamis Resmi Dilantik, Bupati Herdiat Soroti Tunjangan Kepala Sekolah yang Tak Seimbang dengan Beban Kerja

Pengerukan sungai akan dilakukan untuk mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi bertahun-tahun yang menyebabkan daya tampung air menurun drastis.

Elroy Koyari, Kepala BBWS Citanduy, menjelaskan bahwa banjir diperparah oleh kerusakan daerah resapan di hulu, aktivitas pembangunan di bantaran sungai, serta banyaknya bambu tumbang yang menyumbat aliran sungai.

“Kondisi ini mempercepat sedimentasi, sehingga air mudah meluap saat hujan deras turun,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X