Banjir Besar Terjang Halmahera Selatan, Balita Tewas, Ribuan Warga Mengungsi, Infrastruktur Rusak Parah

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 23 Juni 2025 | 12:26 WIB
Foto ilustrasi - Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan mengalami banjir besar.  (sidoarjokab.go.id)
Foto ilustrasi - Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan mengalami banjir besar. (sidoarjokab.go.id)

 

Mediapriangan.com - Musibah banjir besar kembali mengguncang wilayah timur Indonesia. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir meluas di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Puncaknya terjadi pada Minggu, 22 Juni 2025, yang memicu evakuasi besar-besaran dan merenggut korban jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir menerjang 15 desa di lima kecamatan, yakni Bacan, Bacan Selatan, Gane Barat, Gane Timur, dan Gane Timur Selatan.

Baca Juga: Truk Terobos Jalur Kereta di Tangerang Tertabrak KRL dan Terpental, Timpa 2 Motor hingga Lukai Tiga Orang

“Banjir melanda 15 desa di Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Gane Barat, Gane Timur, dan Gane Timur Selatan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin 23 Juni 2025.

Dampak terparah dari bencana ini adalah meninggalnya seorang balita berusia dua tahun yang terbawa arus deras.

Selain itu, satu orang dilaporkan mengalami luka akibat sengatan listrik saat banjir melanda.

Baca Juga: Ancaman Bom Ganggu Penerbangan Jemaah Haji dari Arab Saudi, Pesawat Saudia Mendarat Darurat di Kualanamu

Jumlah pengungsi yang terdampak mencapai 13.965 jiwa. Pemerintah daerah telah menyiapkan empat lokasi pengungsian utama, yakni Kantor BPBD, Masjid Raya Al-Khairat, Masjid Sultan Bacan, dan SMP Negeri 1 Bacan.

Selain itu, dapur umum didirikan oleh Dinas Sosial dan Tagana di Lapangan Merdeka Labuha dan Desa Amasing Kota Utara untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.

Banjir juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur. Sebanyak 1.522 rumah terdampak, dengan empat di antaranya mengalami rusak berat, dan tiga lainnya rusak ringan.

Baca Juga: Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta hingga 29 Juni, BPBD DKI, Ancol hingga Tanjung Priok Masuk Zona Risiko Tinggi

Selain itu, dua jembatan dilaporkan rusak berat, satu jembatan rusak ringan, dan bronjong sepanjang 40 meter mengalami kerusakan struktural.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X