Langkah ini, katanya, demi menjaga ketertiban dan memastikan kegiatan SPPG tidak terganggu.
“Tentu kami terbuka, namun tetap selektif dalam menerima kunjungan. Proses di dalam SPPG tidak boleh terganggu oleh aktivitas dari luar,” tegas Hida, Rabu 10 September 2025 lalu.
Program MBG Kembali Disorot
Kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan ini menambah daftar panjang polemik program MBG. Sebelumnya, ribuan siswa di berbagai daerah dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program tersebut.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ada makanan yang terkontaminasi bakteri, dipicu dapur tidak higienis dan bahan pangan tidak segar.
Kritik publik pun semakin deras, menilai program prioritas pemerintah itu belum siap secara infrastruktur maupun pengawasan keamanan pangan.
Kini, sorotan publik bukan hanya pada kualitas penyajian makanan MBG, tetapi juga pada jaminan keselamatan kerja jurnalis yang bertugas mengungkap fakta di lapangan.***
Artikel Terkait
Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Presiden Prabowo Panggil Kepala BGN dan Tekankan Tujuan Gizi Anak
BGN Gandeng UMKM Lokal dan Larang Produk Kemasan untuk MBG, Respons Menu Burger dan Spaghetti Disorot
Terkini Kasus Keracunan MBG, Dapur SPPG Ditutup Sementara, Pemerintah Wajibkan Sertifikat Higienis dan Ahli Gizi
Kemenkes Perketat Awasi MBG, Wajibkan SLHS, Gerakkan Puskesmas, dan Pantau Dapur SPPG untuk Cegah Keracunan
Prabowo Sentil Koruptor Lihai, Tegaskan Panggil Jaksa Agung hingga Klaim Selamatkan Rp300 Triliun untuk MBG
Fakta Terkini Tragedi Keracunan Massal MBG di KBB, Terungkap Bakteri Pembusuk hingga Usulan Dapur Khusus Sekolah