Beberapa pihak mengingatkan agar pemerintah tidak memindahkan beban moral pembangunan kepada masyarakat di tengah kondisi fiskal yang sebenarnya kuat.
Pemprov Jabar memastikan bahwa laporan keuangan donasi akan terbuka untuk publik. Namun, transparansi saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan akuntabilitas dan kejelasan arah penggunaan dana.
Dedi Mulyadi menegaskan, gerakan ini bukan semata soal nominal uang, tetapi semangat kebersamaan membangun daerah.
“Ini bukan soal besar kecilnya uang, tapi soal kebersamaan membangun Jawa Barat,” tegas Dedi.
Dengan demikian, Rereongan Sapoe Sarebu menjadi simbol gotong royong baru di Jawa Barat, namun publik menanti, apakah gerakan ini benar-benar membawa manfaat nyata, atau hanya berhenti sebagai jargon solidaritas di atas kertas.***
Artikel Terkait
Viral Ketua RT Gen Z Tolak Amplop dari Dedi Mulyadi, Pilih Mengabdi dan Klaim Sudah Didukung Pemkot Jakut
Dedi Mulyadi Pertanyakan Dugaan Sumbangan Rutin di MAN 1 Cianjur, Kalau di SMAN Tak Ada, Kenapa di MAN Harus Ada?
Tolak Study Tour Sekolah, Dedi Mulyadi Beberkan Alasannya dan Usul Strategi Jitu Dongkrak Wisata Daerah
Dihadapan Gubernur Dedi Mulyadi, Bupati Cecep Nurul Yakin Beberkan Potret Objektif Kabupaten Tasikmalaya
Warga Sukarame Tasikmalaya Bikin Geger, Patung Raksasa Mirip Dedi Mulyadi Berdiri Megah Jelang 17 Agustus
Dedi Mulyadi Bongkar Keluhan Orang Tua Soal Study Tour Rp4 Juta, Banyak yang Terpaksa Pinjam Uang ke Bank Emok