Ramai Udunan Seribu per Hari Ala Dedi Mulyadi di Tengah APBD Jabar Rp31 Triliun, Efektif atau Sekadar Simbol?

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:23 WIB
Program Rereongan Sapoe Sarebu ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai sorotan di tengah naiknya anggaran daerah.  (Dok. Pemprov Jabar)
Program Rereongan Sapoe Sarebu ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai sorotan di tengah naiknya anggaran daerah. (Dok. Pemprov Jabar)

Beberapa pihak mengingatkan agar pemerintah tidak memindahkan beban moral pembangunan kepada masyarakat di tengah kondisi fiskal yang sebenarnya kuat.

Pemprov Jabar memastikan bahwa laporan keuangan donasi akan terbuka untuk publik. Namun, transparansi saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan akuntabilitas dan kejelasan arah penggunaan dana.

Baca Juga: Setelah Kasus Keracunan, Ribuan Dapur Program MBG Dikebut Sertifikasinya di Tengah Sorotan Pengawasan

Dedi Mulyadi menegaskan, gerakan ini bukan semata soal nominal uang, tetapi semangat kebersamaan membangun daerah.

“Ini bukan soal besar kecilnya uang, tapi soal kebersamaan membangun Jawa Barat,” tegas Dedi.

Dengan demikian, Rereongan Sapoe Sarebu menjadi simbol gotong royong baru di Jawa Barat, namun publik menanti, apakah gerakan ini benar-benar membawa manfaat nyata, atau hanya berhenti sebagai jargon solidaritas di atas kertas.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X