Kasus Deepfake SMAN 11 Semarang, Mahasiswa UNDIP Minta Maaf, Polisi Telusuri Dampak Psikologis Korban dan Pelaku

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 07:26 WIB
Menyoroti kasus viralnya konten ‘deepfake’ asusila yang libatkan pelaku alumni SMAN 11 Semarang.  (Instagram.com/@sman11semarang.official)
Menyoroti kasus viralnya konten ‘deepfake’ asusila yang libatkan pelaku alumni SMAN 11 Semarang. (Instagram.com/@sman11semarang.official)

Perlunya Pendekatan Humanis

Polda Jateng menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan kasus deepfake ini. Selain menjamin perlindungan hukum bagi korban, penyidik juga menilai perlunya pendampingan psikologis bagi pelaku agar tidak menimbulkan trauma lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana teknologi AI dapat disalahgunakan, sekaligus peringatan bagi sekolah dan orang tua untuk lebih memperhatikan penggunaan teknologi di kalangan remaja.

Dengan pendekatan hukum yang hati-hati dan dukungan psikologis yang tepat, diharapkan insiden deepfake di SMAN 11 Semarang ini dapat diselesaikan dengan adil tanpa menambah luka bagi para pihak yang terlibat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X