Wali Kota Viman menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Raksa Budaya Santun adalah wujud nyata semangat masyarakat dalam menjaga nilai budaya sekaligus memperkuat ekonomi lokal,” ungkapnya.
Dorong UMKM dan Pelayanan Publik
Selain hiburan dan seni budaya, Raksa Budaya Santun juga menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM lokal.
Puluhan stan bazar memamerkan produk unggulan khas Kota Tasikmalaya, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan, yang ramai diserbu pengunjung sejak pagi.
Di lokasi yang sama, masyarakat juga disuguhkan layanan publik dari berbagai perangkat daerah serta program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Mengusung tema SANTUN, Selalu Ada, Nyaman, Tulus, dan Unggul, Viman Alfarizi Ramadhan menekankan bahwa semangat tersebut menjadi landasan dalam membangun pelayanan publik yang ramah dan masyarakat yang berbudaya.
“Hatur nuhun wargi Kota Tasikmalaya, wilujeng milangkala ka-24 Kota Tasikmalaya tercinta,” pungkas Viman Alfarizi Ramadhan.
Penutupan Raksa Budaya Santun di Purbaratu menjadi bukti nyata bahwa Kota Tasikmalaya terus tumbuh sebagai kota yang menjunjung kearifan lokal, kebersamaan, dan semangat pelayanan yang tulus dan unggul.***
Artikel Terkait
Raksa Budaya Santun Warnai HUT ke-24 Kota Tasikmalaya, Ini Jadwal Lengkap di 10 Kecamatan
Raksa Budaya Santun Hari Kedua Meriah di Bungursari, Jalan Santai Warnai Perayaan HUT ke 24 Kota Tasikmalaya
Semarak Raksa Budaya Santun di Cipedes, Wali Kota Tasikmalaya Ajak Warga Rayakan Hari Jadi ke 24 dengan Cinta
Ribuan Warga Kawalu Tumpah Ruah di Raksa Budaya Santun, Ada Momen Spesial di HUT ke 24 Kota Tasikmalaya!
Raksa Budaya Santun Tawang Jadi Sorotan HUT ke 24 Kota Tasikmalaya, Momen Komeng Naik Si Layung
Ribuan Warga Padati Jalan Santai Raksa Budaya Santun Cibeureum, Warnai Semarak HUT ke 24 Kota Tasikmalaya