“Semakin banyak jumlah porsi yang harus dibuat, jam masak juga semakin dini. Ini berpotensi besar membuat makanan mudah terkena bakteri,” katanya.
Endah meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam pengolahan Makan Bergizi Gratis mengutamakan kehati-hatian dalam memilih bahan pangan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan.
“Pakai hati dan perasaan. Kiranya ada makanan, bahan makanan yang memang basi atau meragukan, supaya tidak dikirim, karena taruhannya nyawa anak kita,” pesan Endah.***
Artikel Terkait
Kasus Keracunan MBG Marak, Kemenkes Terapkan Sistem Laporan Seperti COVID-19 dan Awasi Program dari Eksternal
Pemerintah Perketat Standar Dapur MBG, Wajib Sertifikasi SLHS, HACCP hingga Jaminan Halal
Luhut Pandjaitan Ingatkan Menkeu Purbaya soal Anggaran MBG, Penyerapan Sudah Baik, Tidak Perlu Tarik Dana
Setelah Kasus Keracunan, Ribuan Dapur Program MBG Dikebut Sertifikasinya di Tengah Sorotan Pengawasan
Kebutuhan Ayam dan Telur Naik Akibat Program MBG? Kepala BGN Buka Suara Soal Dampaknya ke Harga Pasar
Viral Menu Pangsit dan Kentang Program MBG Depok: Sisa Makanan, Klarifikasi SPPG, hingga Sidak BGN