“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” kata Sela kepada awak media.
Sela menuturkan, sebelum kejadian, kegiatan sekolah berjalan normal. “Kami tadi ikut kegiatan Adiwiyata di pagi hari,” tambahnya.
Keterangan tersebut memperkuat dugaan bahwa pelaku letupan bom SMAN 72 Jakarta adalah siswa yang mengalami tekanan atau perundungan di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Sambut Kajari Baru, Siap Bersinergi Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Humanis
Polisi Dalami Dugaan Perundungan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya tengah menyelidiki motif di balik insiden bom rakitan di masjid sekolah tersebut. Polisi menduga pelaku merupakan siswa korban perundungan.
“Untuk saat ini salah satu dari yang melakukan operasi terduga pelaku, dan untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagai macam informasi,” tegas Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
“Tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan,” sambungnya.
Baca Juga: Pemred INIKEBUMEN Jembatani Pertemuan DIKPI dan Promedia, Bahas Kolaborasi Publikasi Ilmu Kepolisian
Sigit juga menegaskan, polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku dan kini fokus menelusuri lingkungan sekitar, termasuk rumah dan latar belakangnya.
“Untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku,” terang Sigit.
“Kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Kejagung Serahkan Penilaian Aset Harvey Moeis ke Badan Pemulihan Aset, Lelang Segera Dilaksanakan
KPK OTT di Riau, 10 Orang Diamankan Termasuk Pejabat Pemprov, Dugaan Korupsi Dinas PUPR
KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid Tersangka Kasus Suap Proyek Infrastruktur, Barang Bukti Rp1,6 Miliar Disita
Mahfud MD Pertanyakan Kejaksaan Agung, Ada Kekuatan Besar di Balik Buronnya Silfester Matutina?
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Ungkap Modus ‘Jatah Preman’ di Dinas PUPR
Jejak Gelap di Balik OTT Gubernur Riau, Dugaan Pemerasan Proyek Rp7 Miliar untuk Biaya Plesiran