Update Bencana Longsor di Cilacap, 16 Rumah Tertimbun, 21 Warga Hilang dan Pencarian Terus Diperluas

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 14 November 2025 | 09:43 WIB
Tim gabungan melakukan operasi SAR pascalongsor di Cilacap untuk mencari 21 warga hilang yang tertimbun material tebing. (instagram/infomajenangofficial)
Tim gabungan melakukan operasi SAR pascalongsor di Cilacap untuk mencari 21 warga hilang yang tertimbun material tebing. (instagram/infomajenangofficial)

Mediapriangan.com - Bencana longsor yang melanda Cilacap pada Kamis malam, 13 November 2025, menyebabkan kerusakan besar di dua dusun dan menimbun sedikitnya 16 rumah warga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ini juga membuat 21 warga hilang, sementara dua orang telah ditemukan meninggal dunia.

Longsoran terjadi dari tebing curam yang berada tepat di atas permukiman warga Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying.

Baca Juga: Tragedi Longsor Trenggalek, Suami-Istri dan Dua Anak Tewas Tertimbun, Satu Anggota Keluarga Selamat

Material tanah bergerak cepat dan menerjang rumah-rumah penduduk, membuat beberapa warga tidak sempat menyelamatkan diri. Kondisi ini diperparah oleh hujan intensitas tinggi yang mengguyur daerah tersebut sejak satu hari sebelumnya.

Petugas Basarnas, Priyo, menyampaikan perkembangan terbaru setelah operasi penyelamatan digelar sejak malam kejadian. Ia memastikan ada 46 warga terdampak dalam bencana longsor di Cilacap tersebut.

"Telah terjadi longsor pada pukul 19.00 di Desa Cibeunying, Cilacap, Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut," ucap Priyo di lokasi kejadian pada Kamis, 13 November 2025.

Baca Juga: Diterjang Banjir dan Longsor, 1.800 Warga Sukabumi Mengungsi: BPBD Sebut Bencana Terbesar Tahun Ini

Ia menegaskan bahwa data korban terus diperbarui mengikuti proses pencarian yang dilakukan tanpa henti. Hingga kini, 23 warga dinyatakan selamat, 2 meninggal dunia, dan 21 warga hilang.

"Total korban berjumlah 46 orang, korban selamat 23 orang, meninggal dunia 2 orang, dalam pencarian 21 orang," lanjutnya.

Priyo mengatakan operasi SAR melibatkan alat berat dan pencarian manual untuk mempercepat evakuasi, selaras dengan kondisi lapangan yang sulit.

Baca Juga: BNPB Catat 27 Bencana 29-30 September 2025, dari Banjir, Longsor, Kekeringan hingga Karhutla di Sejumlah Daerah

"Kami masih terus melakukan operasi SAR, menggunakan alat berat dan pencarian menggunakan alat manual seperti cangkul, sekop," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa area longsor sangat luas sehingga pembagian sektor pencarian menjadi penting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X