Warga Pesanggaran Gelar Demo Tolak Tambang PT BSI, Suara Penolakan Gunung Tumpangpitu Menguat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 14 November 2025 | 09:06 WIB
Warga Pesanggaran melakukan demo tolak tambang PT BSI, menuntut perlindungan Gunung Tumpangpitu dan lingkungan Banyuwangi selatan. (Dok. Adatah.com)
Warga Pesanggaran melakukan demo tolak tambang PT BSI, menuntut perlindungan Gunung Tumpangpitu dan lingkungan Banyuwangi selatan. (Dok. Adatah.com)

 

Mediapriangan.com - Puluhan warga Pesanggaran yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Selamatkan Tumpang Pitu (GRSTP) menggelar demo tolak tambang PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di lapangan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu 12 November 2025.

Aksi tolak tambang PT BSI tersebut menegaskan kembali kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan Gunung Tumpangpitu dan potensi kerusakan lingkungan di kawasan Banyuwangi selatan.

Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, warga Pesanggaran memasang spanduk besar bertuliskan Kalian Keruk Gunung, Kami yang Tertimbun Derita. Tumpangpitu Menangis, Rakyat Bangkit.

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Segel 43 Lubang Tambang Emas Ilegal di Salopa, Operasi Gabungan Libatkan TNI dan Pemda

Spanduk dan poster yang dibawa peserta demo menjadi simbol penolakan atas aktivitas tambang emas PT BSI yang menurut mereka semakin mengancam kelestarian alam.

Warga juga menilai bahwa eksploitasi tambang di Gunung Tumpangpitu telah memicu berkurangnya sumber air, kerusakan hutan, hingga meningkatnya potensi bencana longsor di Banyuwangi selatan.

Seruan dalam demo tolak tambang PT BSI ini sekaligus menegaskan bahwa masyarakat ingin keberlanjutan lingkungan diutamakan dibandingkan ekspansi industri tambang.

Baca Juga: IFG Peringati Hari Pahlawan 2025, Tanamkan Semangat Kepahlawanan dalam Transformasi Perusahaan

Ketua Aliansi Setia Nawaksara Indonesia, Raden Teguh Firmansyah, hadir memberikan orasi. Ia menegaskan bahwa warga Pesanggaran sudah lama menanggung dampak dari kegiatan tambang yang dinilai tidak memperhatikan aspek ekologis.

“Kami berdiri di sini bukan untuk melawan pembangunan, tetapi untuk menyelamatkan masa depan Banyuwangi. Gunung Tumpang Pitu bukan hanya tanah, tapi sumber kehidupan bagi ribuan warga. Jika gunung rusak, rakyat yang tertimbun derita,” tegas Raden Teguh Firmansyah.

Ia menambahkan bahwa pemerintah harus lebih serius meninjau ulang perizinan tambang PT BSI di wilayah Gunung Tumpangpitu, agar tidak semakin memperburuk kerusakan lingkungan yang dikhawatirkan warga.

"Pembangunan ekonomi seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan lingkungan dan hak hidup masyarakat setempat," lontarnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X