Mediapriangan.com - Persoalan anak putus sekolah kembali mencuat sebagai isu penting di Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) tingkat Sekolah Dasar yang digelar di Hotel Dewi Asri Singaparna, Kamis (20/11/2025), Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Edi Ruswandi Hidayatuloh, S.Pd, MM, mengingatkan, pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak adalah mandat konstitusi yang tidak boleh diabaikan.
Edi menegaskan, UUD 1945 Pasal 31 dan sejumlah regulasi turunan seperti UU Sistem Pendidikan Nasional serta UU Perlindungan Anak, menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang layak.
"Karena itu, fenomena anak putus sekolah dianggap perlu ditangani dengan langkah-langkah sistematis dan kolaboratif," kata Edi.
Di hadapan para Kepala Sekolah Dasar se-Kabupaten Tasikmalaya, Edi memaparkan berbagai penyebab meningkatnya angka putus sekolah di daerah.
Ia menyebut rendahnya minat belajar sebagai salah satu faktor penting, terutama ketika anak lebih tertarik bekerja demi mendapat uang.
Baca Juga: Rumor Kelsey Robinson-Cook Kembali Jakarta Electric PLN Makin Kencang di Bursa Transfer Proliga 2026
Selain itu, keterbatasan ekonomi keluarga, maraknya pernikahan dini di kalangan remaja perempuan, hingga pergaulan yang menjauhkan anak dari lingkungan belajar turut memperbesar risiko mereka keluar dari sekolah.
Edi juga mengungkapkan adanya perpindahan anak ke pesantren yang belum tercatat dalam sistem EMIS atau Dapodik. Kondisi ini menyebabkan mereka tercatat sebagai putus sekolah meskipun sebenarnya masih menempuh pendidikan nonformal.
Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat sasaran.
Tingginya angka putus sekolah, lanjut Edi, membawa dampak sosial yang serius.
"Minimnya pendidikan karakter dan kurangnya bimbingan moral membuat anak berpotensi terjerumus pada perilaku menyimpang bahkan kriminalitas," ujar Edi.
Ia mengingatkan, peran orang tua sangat besar dalam mencegah anak berhenti sekolah, mengingat banyak kasus terjadi akibat kurangnya perhatian dari keluarga.
Artikel Terkait
Restocking Situ Ciater 100 Ribu Ikan, Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Destinasi Wisata Panjalu Makin Berkembang
Cegah Konflik Rumah Tangga, KUA Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Gelar Binwin PraNikah
Wacana Stiker Keluarga Miskin Picu Polemik, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Tegaskan Belum Ada Aturan Pemasangan
Bupati Cecep Nurul Yakin Tegaskan Peran Strategis BPD dalam Majukan Desa
SEA Games 2025, Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Saat Cabor Voli Tantang Dominasi Thailand
Pertumbuhan Kredit UMKM Merosot, Perry Warjiyo Beberkan Analisis Bank Indonesia Soal Penurunan Oktober 2025