Setiap hari, para pengungsi menggantungkan harapan pada distribusi logistik yang masuk ke pos-pos pengungsian. Bantuan berupa makanan, perlengkapan anak, hingga lilin penerangan menjadi penopang utama kehidupan sementara mereka.
Tragedi banjir bandang Aceh yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang nilai-nilai dasar masyarakat.
Kini, kebutuhan sederhana seperti makanan dan cahaya di malam hari menjadi simbol dari perjuangan hidup para penyintas pengungsi banjir Aceh Tamiang yang masih bertahan dalam ketidakpastian.***
Artikel Terkait
Daftar Pemain Muda Debut Proliga 2026, Jebolan Rajawali O2C yang Nyaris Permalukan Megawati Hangestri
Bursa Transfer Pemain Asing Proliga 2026, Dominasi Alumni Liga Voli Turki, Nama Megawati Hangestri Ikut Disorot
JNE Distribusikan Lebih dari 500 Ton Bantuan #TemanJNE untuk Korban Bencana Sumatera
Timnas Voli Putri Indonesia Gaspol di Laga Perdana SEA Games 2025, Sikat Malaysia Tiga Set Langsung
Sisi Lain Banjir Bandang Aceh, Pengungsi Pria Pakai Daster demi Hangatkan Diri di Posko Pengungsian
Eks Penyelidik KPK Soroti Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, Singgung Dugaan Pembalakan Liar