Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Akui Uang Tidak Berharga, Makanan dan Lilin Jadi Kebutuhan Paling Mendesak

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 11 Desember 2025 | 08:07 WIB
Pengungsi Banjir Aceh Tamiang menyebut uang tak berharga. Mereka membutuhkan makanan dan lilin untuk bertahan di tenda.   (Facebook/Charren Ladyong Yekching)
Pengungsi Banjir Aceh Tamiang menyebut uang tak berharga. Mereka membutuhkan makanan dan lilin untuk bertahan di tenda. (Facebook/Charren Ladyong Yekching)

Setiap hari, para pengungsi menggantungkan harapan pada distribusi logistik yang masuk ke pos-pos pengungsian. Bantuan berupa makanan, perlengkapan anak, hingga lilin penerangan menjadi penopang utama kehidupan sementara mereka.

Tragedi banjir bandang Aceh yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang nilai-nilai dasar masyarakat.

Kini, kebutuhan sederhana seperti makanan dan cahaya di malam hari menjadi simbol dari perjuangan hidup para penyintas pengungsi banjir Aceh Tamiang yang masih bertahan dalam ketidakpastian.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X