Menurut Lutfi, kawasan Jalan Lingkar Selatan memang kerap menjadi titik rawan banjir Cilegon saat hujan deras atau hujan turun seharian.
Kondisi ini diperparah oleh ukuran drainase yang kecil dan tersumbat, sehingga air tidak mengalir dengan optimal.
Baca Juga: Influencer Sherly Annavita Ungkap Teror di Rumahnya, Pelaku Lempar Telur Busuk dan Coret Mobil
"Kalau kasus Ciwandan ini, kalau hujan seharian atau semalaman pasti banjir karena drainasenya kecil dan tersumbat," terang Lutfi.
Lebih lanjut, Lutfi juga menyoroti dugaan tertutupnya jalur pembuangan air ke laut. Ia menilai aliran air hujan di wilayah Jalan Lingkar Selatan tidak memiliki jalur keluar yang memadai, sehingga memicu banjir Cilegon berulang setiap musim hujan.
"Dulu pembuangan air ke laut. Sekarang karena banyak pabrik," ungkap Lutfi.
"Jalur pembuangan air hujan tidak ada. Jalur pembuangan ke laut sudah ditutup," tandasnya.***
Artikel Terkait
Warga Aceh Tamiang Murka, Kayu Bernomor di Sisa Banjir Saja Diangkut, Dugaan Tebang Pilih Jadi Sorotan
Meski Diterpa Banjir, Warga Aceh Mengaku Lebih Sedih Lihat Gaza, Solidaritas untuk Palestina Tuai Haru
Warga Pidie Jaya Bertahan di Sisa Banjir Aceh, Lumpur Setengah Rumah Kuras Tenaga dan Kesehatan
Jalan Kaki 9 Jam Tembus Banjir, Ibu Tapanuli Tengah Berjuang Demi Sembako untuk Keluarga
Warga Aceh Tersentuhkan Relawan, Pengungsi Aceh Berbagi Rambutan di Tengah Banjir
Garoga Tapanuli Selatan Tersapu Banjir Bandang dan Kayu Gelondongan, Warga Ungkap Kondisi Terkini
Sebulan Banjir Aceh Tamiang Berlalu, Warga Bertahan di Atap Ungkap Cerita Korban Banjir yang Tak Terlupakan
Krisis Air Bersih Pascabanjir, Warga Tamiang Hulu Alami Penyakit Kulit Pascabanjir akibat Pakai Air Sisa Banjir
Banjir Bandang Terjang Tebing Tinggi Kalsel, Warga Bertahan di Atap Ambulans saat Status Siaga Cuaca Ekstrem Ditetapkan
Banjir Sumatera Barat Kembali Terjadi, Banjir Maninjau dan Banjir Kuranji Picu Kepanikan Warga