“Kami air yang krisis. Beli belum ada yang buka kedai,” tambahnya.
Menurut pengakuan warga kota tersebut, sebelumnya bantuan air minum cukup sering datang, terutama dari warga yang melintas dan relawan.
Namun, kondisi itu kini berubah dan bantuan air minum disebut semakin jarang diterima warga kota Aceh Tamiang.
“Dulu banyak orang-orang motoran dikasih, sekarang udah kurang bantuan airnya. Sekarang nggak ada lagi,” imbuhnya.
Warga kota Aceh Tamiang juga membenarkan bahwa saat ini distribusi bantuan air minum lebih banyak diarahkan ke wilayah pelosok.
Akibatnya, warga kota merasa tidak lagi menjadi prioritas meski kebutuhan air minum masih sangat mendesak pascabanjir bandang.***
Artikel Terkait
Warga Aceh Tersentuhkan Relawan, Pengungsi Aceh Berbagi Rambutan di Tengah Banjir
Alumni Pesantren Sukamanah Ajak Masyarakat Jadikan Musibah Aceh sebagai Momentum Introspeksi dan Kepedulian Sosial
Sebulan Banjir Aceh Tamiang Berlalu, Warga Bertahan di Atap Ungkap Cerita Korban Banjir yang Tak Terlupakan
Sebulan Pascabanjir Bandang, Desa Babo Aceh Tamiang Masih Krisis Bantuan Sandang dan Hidup dalam Gelap
Enam Jembatan Bailey Aceh Rampung, Pemulihan Pascabencana Dipercepat demi Buka Akses Darat
Viral Gotong Royong Warga Aceh Bantu Mobil PLN Terobos Jalan Berlumpur Pascabencana
Pascabanjir Bandang Aceh Timur, Warga Terpaksa Sewa Beko Mahal untuk Bersihkan Lumpur di Rumah
Sempat Disebut Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Timur Ternyata Dibuat Warga Hanya Rp15 Juta