Kasus Guru SMK Jambi Memanas, Pengeroyokan Guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Muncul Versi Siswa

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:54 WIB
Kasus Guru SMK Jambi mencuat usai Pengeroyokan Guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur viral di media sosial.   (Instagram.com/jambisharing)
Kasus Guru SMK Jambi mencuat usai Pengeroyokan Guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur viral di media sosial. (Instagram.com/jambisharing)

Baca Juga: Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Leang-leang Maros, Basarnas Makassar Turunkan Tim Pencarian

"Pas saya sampai depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung. Pas dia ninju itu, kebetulan kawan saya yang di dekat-dekat dia itu lihat semua," terang MLF.

Ia menegaskan aksi Pengeroyokan Guru dilakukan secara spontan oleh siswa lain setelah melihat kejadian tersebut.

"Spontan kawan saya langsung mengeroyok dia. Sebenarnya kalau enggak ada dia meninju duluan, enggak ada pengeroyokan itu," tegas MLF.

Sementara itu, dalam Kasus Guru SMK Jambi, Agus sebelumnya telah menyampaikan kronologi versi guru melalui unggahan Instagram @jambisharing pada Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga: Nunun Nuraeni Pimpin Fatayat NU Kota Tasikmalaya Masa Khidmat 2026-2029, Tekankan Sinergi dan Peran Perempuan

Ia menyebut peristiwa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur bermula dari teguran kepada siswa yang dinilai tidak sopan.

"Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas, dia siswa menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus.

Agus mengaku mendatangi kelas asal suara tersebut dan meminta siswa yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Situasi memanas hingga ia secara refleks menampar siswa satu kali.

"Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya," ujar Agus.

Baca Juga: Korban Dugaan Penipuan Trading Kripto Ungkap Cara Gabung Akademi Timothy Ronald, Rugi hingga Rp50 Juta

Dalam Kasus Guru SMK Jambi ini, Agus juga membantah tudingan menghina siswa dengan sebutan miskin. Ia menyebut ucapannya dimaksudkan sebagai motivasi.

"Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum," terangnya.

"Saya mengatakan, kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam. Itu secara motivasi pembicaraan," jelas Agus.

Agus menyebut mediasi sempat dilakukan di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, namun berakhir buntu. Situasi kembali memanas saat jam istirahat hingga terjadi Pengeroyokan Guru oleh sejumlah siswa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X