"Pas saya sampai depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung. Pas dia ninju itu, kebetulan kawan saya yang di dekat-dekat dia itu lihat semua," terang MLF.
Ia menegaskan aksi Pengeroyokan Guru dilakukan secara spontan oleh siswa lain setelah melihat kejadian tersebut.
"Spontan kawan saya langsung mengeroyok dia. Sebenarnya kalau enggak ada dia meninju duluan, enggak ada pengeroyokan itu," tegas MLF.
Sementara itu, dalam Kasus Guru SMK Jambi, Agus sebelumnya telah menyampaikan kronologi versi guru melalui unggahan Instagram @jambisharing pada Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menyebut peristiwa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur bermula dari teguran kepada siswa yang dinilai tidak sopan.
"Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas, dia siswa menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus.
Agus mengaku mendatangi kelas asal suara tersebut dan meminta siswa yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Situasi memanas hingga ia secara refleks menampar siswa satu kali.
"Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya," ujar Agus.
Dalam Kasus Guru SMK Jambi ini, Agus juga membantah tudingan menghina siswa dengan sebutan miskin. Ia menyebut ucapannya dimaksudkan sebagai motivasi.
"Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum," terangnya.
"Saya mengatakan, kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam. Itu secara motivasi pembicaraan," jelas Agus.
Agus menyebut mediasi sempat dilakukan di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, namun berakhir buntu. Situasi kembali memanas saat jam istirahat hingga terjadi Pengeroyokan Guru oleh sejumlah siswa.
Artikel Terkait
Aksi Megawati Hangestri Jadi Mimpi Buruk Yolla Yuliana, Pertamina Enduro Gagalkan Livin Mandiri di Proliga 2026
BYD Buka Sirkuit All Terrain NEV di Zhengzhou, Uji Teknologi Kendaraan Listrik di Medan Ekstrem
BYD Tawarkan Edukasi NEV Lewat Sirkuit All Terrain Zhengzhou, Dari Off-Road hingga Megawatt Charging
Viral Curhatan WNI di Belanda, Panik usai Pemerintah Bagikan Panduan Bertahan Hidup 72 Jam