Relawan terpaksa beralih dari mobil ke sepeda motor untuk melanjutkan perjalanan.
“Lanjut naik motor dan ini lebih ekstrem jalurnya dari ojek gunung sih. Aspal? Nggak banyak! Jalanan yang kita lewati itu belum tersentuh aspal, memang dari dulu belum ada,” imbuhnya.
Baca Juga: Viral Dugaan Pungli Relawan Bencana Aceh di Terminal Karya Jaya, Dishub Palembang Klarifikasi Pelaku
Di titik tertentu, akses kendaraan roda dua pun terhenti. Warga dan relawan harus menyeberangi sungai menggunakan tali sling atau jembatan bambu seadanya.
Metode ini menjadi pilihan terakhir demi menjangkau desa terisolir di Aceh Tengah akibat jalan putus yang belum tertangani.
“Sampai titik terakhir kendaraan roda dua, harus nyebrang naik sling atau jalur bambu. Kalian pikir sling ini aman nggak? Pakai sarung doang, jauh dari kata-kata safety,” ucap pemilik video.
“Jadi gimana? Tetap hati-hati. Kalau udah nggak ada yang jaga, ya narik sendiri sambil nyeberang,” sambungnya.***
Artikel Terkait
Relawan Bidan Nyaris Terseret Arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah Saat Akses Terputus Pascabanjir
Warga Kota Aceh Tamiang Keluhkan Krisis Air Minum Pascabanjir, Bantuan Disebut Mulai Berkurang
Tanpa Seragam Sekolah, Anak-Anak Aceh Tamiang Tetap Antusias Jalani Hari Pertama Sekolah Pascabanjir
Tali Sling Jadi Andalan Warga Kecamatan Ketol Aceh Tengah, Desa Masih Terisolir Lebih dari 40 Hari Pascabanjir
Kisah Warga Aceh Tamiang Mengalah dari Antrean Huntara Usai Banjir Sumatera, Pilih Dahulukan Penyintas Lebih Terisolir
Banjir Bandang Aceh Tengah Disorot Salim A Fillah, Curhat Kepala Desa Ungkap Perjuangan Warga Bertahan