ACEH, Mediapriangan.com - Lebih dari 40 hari setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Sumatera, sejumlah desa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, masih berada dalam kondisi terisolir.
Akses jalan yang terputus total membuat warga Kecamatan Ketol harus bertahan dengan keterbatasan demi menjalani aktivitas sehari-hari.
Hingga awal Januari 2026, warga Aceh Tengah di Kecamatan Ketol belum bisa menikmati akses darat yang layak. Dalam kondisi tersebut, tali sling menjadi satu-satunya penghubung antar desa yang terpisah oleh sungai berarus deras.
Baca Juga: Tanpa Seragam Sekolah, Anak-Anak Aceh Tamiang Tetap Antusias Jalani Hari Pertama Sekolah Pascabanjir
Keberadaan tali sling kini menjadi bagian penting dari kehidupan warga Kecamatan Ketol.
Potret perjuangan warga Kecamatan Ketol terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @explore_ketol.
Video tersebut memperlihatkan seorang ayah dan anak dari Desa Burlah yang menyeberangi sungai dengan berpegangan pada tali sling di tengah gelapnya malam.
“Sebanyak sembilan desa masih terisolir, terputus dari akses utama, dan harus menjalani kehidupan dalam gelap gulita tanpa aliran listrik,” tulis keterangan pada video yang diunggah pada Senin, 5 Januari 2026.
Baca Juga: Warga Kota Aceh Tamiang Keluhkan Krisis Air Minum Pascabanjir, Bantuan Disebut Mulai Berkurang
Dalam rekaman itu, penerangan sangat terbatas. Warga Aceh Tengah di Kecamatan Ketol hanya mengandalkan cahaya dari senter dan lampu ponsel saat melintasi sungai menggunakan tali sling. Arus sungai yang deras membuat setiap penyeberangan penuh risiko.
Tali sling yang digunakan warga Kecamatan Ketol dibuat dari kabel listrik PLN secara swadaya. Meski berbahaya, tali sling menjadi satu-satunya cara agar mobilitas warga Aceh Tengah tetap berjalan.
Selain untuk menyeberang, tali sling juga dipakai mengangkut hasil panen seperti durian, cabai, kopi, hingga beras menuju pasar.
Baca Juga: Relawan Bidan Nyaris Terseret Arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah Saat Akses Terputus Pascabanjir
Keberadaan tali sling menjadi urat nadi bagi sejumlah desa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, di antaranya Desa Kekuyang, Burlah, Bintang Pepara, dan Buge Ara.
Artikel Terkait
Alumni Pesantren Sukamanah Ajak Masyarakat Jadikan Musibah Aceh sebagai Momentum Introspeksi dan Kepedulian Sosial
Sebulan Banjir Aceh Tamiang Berlalu, Warga Bertahan di Atap Ungkap Cerita Korban Banjir yang Tak Terlupakan
Sebulan Pascabanjir Bandang, Desa Babo Aceh Tamiang Masih Krisis Bantuan Sandang dan Hidup dalam Gelap
Enam Jembatan Bailey Aceh Rampung, Pemulihan Pascabencana Dipercepat demi Buka Akses Darat
Viral Gotong Royong Warga Aceh Bantu Mobil PLN Terobos Jalan Berlumpur Pascabencana
Pascabanjir Bandang Aceh Timur, Warga Terpaksa Sewa Beko Mahal untuk Bersihkan Lumpur di Rumah
Sempat Disebut Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Timur Ternyata Dibuat Warga Hanya Rp15 Juta
Relawan Bidan Nyaris Terseret Arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah Saat Akses Terputus Pascabanjir