SUMBAR, Mediapriangan.com - Ancaman cuaca ekstrem kembali dirasakan warga Agam Sumbar. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menyebabkan kawasan Huntara Palembayan tergenang air, meski hunian tersebut baru ditempati oleh penyintas bencana beberapa waktu lalu.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu sore, 31 Januari 2026. Air hujan berwarna coklat terlihat masuk ke sejumlah unit Huntara Palembayan, memaksa warga Agam Sumbar berjibaku mencegah genangan semakin meluas ke dalam rumah.
Kondisi tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial dan diunggah akun Instagram @rommi_delfiano. Rekaman itu memperlihatkan situasi darurat di lingkungan Huntara Palembayan saat hujan deras masih berlangsung.
Baca Juga: Kisah Hangat Relawan di Lokasi Banjir dan Longsor Purbalingga, Posko Ngopi Jadi Pelepas Lelah
“Galodo (banjir) air hujan masuk ke rumah masyarakat di huntara. Banjir,” ujar perekam video yang diunggah oleh akun Instagram @rommi_delfiano pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga Agam Sumbar berupaya mengalirkan air dengan cara mencangkul permukaan jalan agar air cepat terserap. Warga lainnya terlihat menyerok air yang terlanjur masuk ke dalam rumah untuk dibuang ke luar area permukiman.
Viralnya video itu memicu perhatian publik. Sejumlah warganet menyoroti kondisi drainase di kawasan Huntara Palembayan, mengingat hunian tersebut dibangun sebagai tempat tinggal sementara yang seharusnya aman dari genangan.
Baca Juga: Raffi Ahmad Datang ke Subang, Dorong Ekraf Subang Naik Kelas Lewat ICCN dan Akses Nasional
“Ada yang perlu dikaji ulang tentang penetapan lokasi huntara,” tulis akun @sr*****e
“Semoga tidak sampai terendam lagi,” tulis akun @nme****a
Diketahui, Huntara Palembayan baru saja diresmikan pada 24 Januari 2026 sebagai tempat tinggal sementara bagi warga Agam Sumbar yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025. Salah satu pejabat yang hadir dalam peresmian tersebut adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Huntara ini disiapkan untuk menampung penyintas yang rumahnya rusak akibat bencana, sehingga warga yang sebelumnya mengungsi dapat memiliki tempat tinggal sementara sambil menunggu penanganan lanjutan.
Artikel Terkait
Banjir Bandang Aceh Tengah Disorot Salim A Fillah, Curhat Kepala Desa Ungkap Perjuangan Warga Bertahan
Banjir Rendam Desa Karangligar Karawang, Rumah Panggung KDM hingga Sekolah Terendam Lebih 3 Meter
Guru Tapsel Sumbangkan 7500 Meter Tanah untuk Sekolah, Kisah Nur Ali Usai Banjir Bandang Jadi Sorotan
Banjir Bekasi Kembali Viral, Warga Harapan Indah Mengadu ke KDM dan Soroti Tanggung Jawab Developer
Banjir Bandang Pemalang Terjang Desa Penakir, Material Gunung Slamet Putus Jembatan dan Rusak Permukiman
Banjir Bandang Purbalingga Isolasi Permukiman Lereng Slamet, Gotong Royong Warga Buka Akses Dusun Terisolir
Trauma Warga Usai Banjir Penakir Pemalang, Dengarkan Gemuruh Keras sebelum Air Terjang Permukiman
Banjir Bekasi Viral Media Sosial, Ibu-ibu Bekasi Curhat Emosi karena Rumah Kebanjiran Tiga Kali Sebulan
Banjir Bekasi Viral di TikTok, Bapak-bapak Bekasi Nyanyi di Tengah Air Setinggi Dada Jadi Perbincangan Publik
Kisah Hangat Relawan di Lokasi Banjir dan Longsor Purbalingga, Posko Ngopi Jadi Pelepas Lelah