Pasca banjir bandang akhir November 2025, pemerintah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada warga Agam Sumbar. Skema bantuan meliputi dana Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, serta hunian tetap bagi korban dengan rumah rusak berat atau hilang.
Selain itu, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan uang perabot sebesar Rp3 juta, stimulan ekonomi Rp5 juta, serta bantuan lauk pauk Rp15 ribu per orang bagi penyintas banjir bandang di wilayah Agam Sumbar.
Peristiwa genangan di Huntara Palembayan ini kembali menjadi pengingat bahwa mitigasi dan evaluasi kawasan hunian pascabencana perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama menghadapi intensitas hujan deras yang masih berpotensi terjadi.***
Artikel Terkait
Banjir Bandang Aceh Tengah Disorot Salim A Fillah, Curhat Kepala Desa Ungkap Perjuangan Warga Bertahan
Banjir Rendam Desa Karangligar Karawang, Rumah Panggung KDM hingga Sekolah Terendam Lebih 3 Meter
Guru Tapsel Sumbangkan 7500 Meter Tanah untuk Sekolah, Kisah Nur Ali Usai Banjir Bandang Jadi Sorotan
Banjir Bekasi Kembali Viral, Warga Harapan Indah Mengadu ke KDM dan Soroti Tanggung Jawab Developer
Banjir Bandang Pemalang Terjang Desa Penakir, Material Gunung Slamet Putus Jembatan dan Rusak Permukiman
Banjir Bandang Purbalingga Isolasi Permukiman Lereng Slamet, Gotong Royong Warga Buka Akses Dusun Terisolir
Trauma Warga Usai Banjir Penakir Pemalang, Dengarkan Gemuruh Keras sebelum Air Terjang Permukiman
Banjir Bekasi Viral Media Sosial, Ibu-ibu Bekasi Curhat Emosi karena Rumah Kebanjiran Tiga Kali Sebulan
Banjir Bekasi Viral di TikTok, Bapak-bapak Bekasi Nyanyi di Tengah Air Setinggi Dada Jadi Perbincangan Publik
Kisah Hangat Relawan di Lokasi Banjir dan Longsor Purbalingga, Posko Ngopi Jadi Pelepas Lelah