Jembatan apung Sawang Hampir Rampung, Warga Aceh Utara Tak Lagi Bergantung Getek Rp20 Ribu

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Senin, 16 Februari 2026 | 09:30 WIB
Jembatan apung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara hampir rampung usai lebih dari 2 bulan pascabanjir. Warga Aceh Utara segera tinggalkan getek Rp20 ribu.  (Instagram/rully_xabian)
Jembatan apung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara hampir rampung usai lebih dari 2 bulan pascabanjir. Warga Aceh Utara segera tinggalkan getek Rp20 ribu. (Instagram/rully_xabian)

ACEH, Mediapriangan.com - Harapan warga Aceh Utara untuk kembali memiliki akses penyeberangan yang layak segera terwujud.

Jembatan apung Sawang yang dibangun sebagai solusi sementara pascabanjir kini mendekati tahap akhir pengerjaan.

Selama sekitar dua bulan terakhir, warga Aceh Utara terpaksa mengandalkan getek Rp20 ribu untuk menyeberangi sungai yang memisahkan Desa Sawang dari sejumlah desa lain.

Biaya tersebut dinilai cukup membebani, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.

Baca Juga: Viral Dugaan Keterlambatan mobil MBG di MTs Bogor, Siswa Soraki di Gerbang Sekolah

“Alhamdulillah pengerjaannya hampir selesai. Masyarakat saat ini mengalami kesulitan ekonomi, untuk naik perahu getek harus membayar Rp20 ribu,” ujar dokter sekaligus relawan, Dokter Lee, dikutip dari unggahan di akun Instagramnya, @rully_xabian pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Pembangunan jembatan apung Sawang melibatkan sekitar 30 personel Yonzipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama Kodim 0103/Aceh Utara, dengan koordinasi Babinsa Koramil 19/Sawang. K

ehadiran jembatan apung Sawang diharapkan memangkas ketergantungan warga Aceh Utara terhadap getek Rp20 ribu yang hanya dapat beroperasi saat arus sungai relatif tenang.

Komandan Yonzipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho mengakui proses pembangunan tidak berjalan mudah. Faktor geografis menjadi tantangan utama dalam pengerjaan jembatan apung Sawang.

Baca Juga: IUP Tambang Emas Tumpang Pitu Disorot, Fauzan LS Desak Mahkamah Partai Periksa Azwar Anas

“Untuk di Sawang ini medannya luar biasa, sungainya tidak ada yang kecil, besar semua, luas. Sehingga perlu perencanaan khusus sendiri,” ucapnya.

Ia juga menambahkan keterbatasan material menjadi kendala tambahan. “Dari segi material, beberapa material tidak ada di sini, kami harus cari di Medan,” imbuhnya.

Secara konstruksi, jembatan apung Sawang dirakit dari drum-drum besar yang disusun sebagai penopang, lalu dilapisi papan kayu sebagai lintasan utama. Meski tampak sederhana, infrastruktur ini dirancang untuk membantu mobilitas warga Aceh Utara, termasuk pengendara sepeda motor.

Baca Juga: Delay 5 Jam Super Air Jet Tujuan Denpasar Berujung Kompensasi Rp300 Ribu, Penumpang Sempat Protes

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X