ANTAM Dorong Program Garitan Kalongliud, Model Pertanian Sirkular Bangkitkan Desa Terdampak Krisis

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 23 Februari 2026 | 13:44 WIB
ANTAM melalui Program Garitan Kalongliud pulihkan lahan tidur dan perkuat ketahanan pangan desa. (Dok. Antam)
ANTAM melalui Program Garitan Kalongliud pulihkan lahan tidur dan perkuat ketahanan pangan desa. (Dok. Antam)

Pendekatan ini menegaskan komitmen ANTAM terhadap keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan produksi.

Dari sisi ekonomi, dampaknya terasa nyata. Pendapatan kelompok tani meningkat hingga 65 persen, sementara biaya pupuk turun sekitar 50 persen.

Baca Juga: Ciamis Siap Jadi Sentra kacang tanah Terintegrasi, Program Libatkan Petani dan Kementerian Pertanian

Pada periode budidaya cabai 2024 hingga 2025, keuntungan tercatat mencapai Rp246.258.000. Evaluasi Social Return on Investment menunjukkan angka 4,34, artinya setiap satu rupiah investasi menghasilkan manfaat sosial lebih dari empat rupiah.

Transformasi sosial pun terjadi. Sebelum Program Garitan Kalongliud berjalan, petani bekerja secara individual dan bergantung pada tengkulak.

Kini mereka tergabung dalam empat kelompok tani resmi dengan dukungan Badan Usaha Milik Desa sebagai penghubung pasar.

Baca Juga: Target 2026, Ciamis Mantapkan Langkah Menuju Kabupaten Organik Lewat Penguatan Pertanian Organik

Inovasi lokal berkembang, termasuk pemanfaatan keong yang sebelumnya menjadi hama sebagai bahan pupuk organik cair dalam sistem pertanian sirkular.

Program Garitan Kalongliud menjangkau 869 penerima manfaat langsung dan 9.874 penerima manfaat tidak langsung.

Sebanyak 68 individu dari kelompok rentan dilibatkan aktif dalam rantai penguatan ekonomi desa, mulai dari buruh tani hingga keluarga pra sejahtera. Indeks kepuasan masyarakat terhadap program ini mencapai 90,82 persen.

Baca Juga: Panen Demplot SRI GACCORS di Kabupaten Ciamis, Kenalkan Pertanian Organik Ramah Lingkungan

Sekretaris Perusahaan PT ANTAM Tbk, Wisnu Danandi Haryanto, menyampaikan bahwa Garitan Kalongliud mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial secara utuh.

“Program Garitan Kalongliud menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi dan ketahanan sosial. ANTAM meyakini bahwa pendekatan berbasis ekosistem mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Wisnu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X