CIAMIS, Mediapriangan.com - Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Eks Kewedanaan Kawali dipimpin Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya digelar di Masjid Al Ikhlas, Desa Bayasari, Kecamatan Jatinagara, Rabu malam 4 Maret 2026.
Rangkaian Tarling di Eks Kewedanaan Kawali diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kemudian dialog interaktif bersama masyarakat, sekaligus ruang refleksi dalam menghadapi tantangan digitalisasi.
Sejumlah pejabat turut hadir mendampingi, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis H. Andang Firman Triadi, anggota DPRD, para staf ahli, asisten, kepala OPD, camat, kepala desa, hingga tokoh agama dan masyarakat.
Baca Juga: Sampah Bisa Bayar PBB, Bupati Herdiat Ungkap Rahasia Pengelolaan Sampah di Tarling Rancah Ciamis
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis menyoroti kuatnya pengaruh digitalisasi terhadap kehidupan sosial. Perkembangan teknologi dinilai telah mengubah pola komunikasi dan interaksi masyarakat, dengan arus informasi yang bergerak sangat cepat tanpa batas.
Pada momentum Tarawih Keliling tersebut, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat sekaligus risiko. Keluarga, menurutnya, harus menjadi garda terdepan dalam menyikapi digitalisasi agar tidak berdampak negatif pada generasi muda.
“Perkembangan teknologi harus disikapi dengan bijak, terutama oleh generasi muda. Jangan sampai kemudahan akses informasi justru menjerumuskan,” ujar Bupati Ciamis.
Baca Juga: Bupati Herdiat Serahkan Langsung Rutilahu kepada Empat Warga di Eks Kewedanaan Kawali saat Tarling
Dalam Tarling di Eks Kewedanaan Kawali itu, ia juga menyoroti meningkatnya praktik judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Ciamis. Fenomena tersebut disebut sebagai salah satu dampak nyata dari penyalahgunaan teknologi di tengah derasnya digitalisasi.
“Kalau tidak diawasi dengan sungguh-sungguh, anak-anak kita bisa terjerumus pada hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti judi online dan lainnya,” tegasnya.
Selain judi online, Bupati Herdiat mengingatkan potensi penyimpangan perilaku di ruang digital. Ia menyinggung fenomena keterbukaan kelompok LGBT di media sosial serta meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kekerasan seksual terhadap anak yang berdampak panjang secara psikologis.
Dalam kegiatan Tarawih Keliling di Eks Kewedanaan Kawali tersebut, ia menekankan bahwa pembinaan karakter tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Peran orang tua dan lingkungan keluarga menjadi sangat penting di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang.
Artikel Terkait
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Hadiri Hari Jadi Kota Banjar ke-23, Serukan Kolaborasi Pembangunan
Tarling Ramadan 1447 Hijriah Dimulai, Pemkab Ciamis Pilih Lakbok sebagai Titik Awal
Bupati Ciamis Datangi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Lakbok, Dua Keluarga Akhirnya Tersenyum
Refleksi Satu Tahun, Bupati Ciamis dan Aliansi BEM Ciamis Raya Bahas APBD dan Arah Pembangunan
Kabupaten Ciamis Raih Peringkat Pertama Nasional Anugerah Pengelolaan Sampah 2026
Dedi Mulyadi Pastikan 250 KK Korban Banjir Ciamis Terima Bantuan Rp5 Juta Tanpa Potongan