Kepala OJK Tasikmalaya Soroti Peran TPAKD Garut dalam Memperluas Akses Keuangan Masyarakat

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Kamis, 5 Maret 2026 | 10:27 WIB
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati (kedua dari Kanan) bersama sejumlah pejabat Kabupaten Garut berfoto bersama usai kegiatan Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Garut, Rabu (4/3/2026). (Dok. Humas OJK Tasikmalaya)
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati (kedua dari Kanan) bersama sejumlah pejabat Kabupaten Garut berfoto bersama usai kegiatan Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Garut, Rabu (4/3/2026). (Dok. Humas OJK Tasikmalaya)

GARUT, Mediapriangan.com - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menegaskan pentingnya penguatan akses keuangan masyarakat sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut yang digelar di Garut, Rabu (4/3/2026).

Rapat pleno tersebut dihadiri oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Wakil Bupati Luthfianisa Putri Karlina, Sekretaris Daerah Nurdin Yana, serta para anggota TPAKD dan pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Final Four Proliga 2026 di Surabaya Dirilis, Duel Megawati Hangestri vs Neriman Ozsoy Jadi Sorotan

Dalam kesempatan itu, Nofa Hermawati mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 TPAKD Kabupaten Garut telah menjalankan delapan program strategis.

Program-program tersebut berfokus pada peningkatan akses layanan keuangan masyarakat, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta penguatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas.

“Program-program yang telah dijalankan merupakan langkah konkret untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal secara lebih merata dan berkelanjutan,” ujar Nofa.

Baca Juga: Kapolri Apresiasi Dedi Mulyadi, Larangan Siswa Naik Motor ke Sekolah Dinilai Perkuat Disiplin Pelajar Jabar

Ia menambahkan, OJK terus mendorong penguatan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) serta Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) melalui pendekatan berbasis klaster ekonomi.

Menurutnya, program PED diarahkan pada pengembangan sektor unggulan daerah, seperti pertanian dan peternakan.

Sementara itu, EKI dirancang untuk mengintegrasikan seluruh rantai nilai usaha mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran dengan dukungan layanan keuangan formal.

Baca Juga: Bupati Herdiat Serahkan Langsung Rutilahu kepada Empat Warga di Eks Kewedanaan Kawali saat Tarling

“Dengan pendekatan ini, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga dukungan ekosistem yang lebih kuat,” jelasnya.

Pada tahun 2026, pengembangan EKI direncanakan akan dilakukan di Desa Wisata Tepas Papandayan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X