SUMEDANG, Mediapriangan.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sumedang menetapkan fokus penguatan akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan pada Tahun 2026.
Penguatan akses keuangan yang inklusif dilakukan melalui pengembangan keuangan syariah, peningkatan kapasitas UMKM, perluasan partisipasi investor ritel, serta pemberdayaan ekonomi berbasis desa untuk semakin mendorong perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati usai penetapan penguatan program akses Keuangan inklusif dalam Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Sumedang yang digelar di Gedung Negara Kabupaten Sumedang.
Nofa Hermawati juga menyampaikan bahwa program kerja TPAKD Kabupaten Sumedang tahun 2026 telah disusun selaras dengan Roadmap TPAKD 2026-2030 serta kebijakan nasional dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
"TPAKD dinilai memiliki peran strategis sebagai forum sinergi di daerah untuk mendorong akses pembiayaan yang lebih merata, berkualitas dan berdampak nyata bagi perekonomian masyarakat," kata Nofa Hermawati, Rabu (04/3/2026).
Lanjut Nofa, keberhasilan TPAKD Kabupaten Sumedang sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi yang kuat dalam penguatan kualitas program ke depan.
"Prestasi Kabupaten Sumedang sebagai Pemenang TPAKD Award 2025 Wilayah Jawa-Bali mencerminkan efektivitas kolaborasi antar pemangku kepentingan serta konsistensi pelaksanaan program yang tepat sasaran," Katanya.
Nofa juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan program kerja TPAKD Kabupaten Sumedang, tidak hanya dari sisi pencapaian kuantitatif, tetapi juga peningkatan kualitas program agar memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sumedang, Asep Uus Ruspandi, menyampaikan, kinerja TPAKD Kabupaten Sumedang pada tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif.
"Seluruh program kerja TPAKD, tersebut antara lain, Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (LAKUPANDAI), Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir, business matching UMKM, serta program literasi dan inklusi pasar modal, berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, baik dari sisi pelaksanaan kegiatan maupun capaian output," Ujar Asep.
Artikel Terkait
OJK Cabut Izin Usaha BPR Disky Surya Jaya di Deli Serdang, LPS Putuskan Likuidasi Usai Gagal Penyehatan
OJK Ingatkan Korban Penipuan Finansial Segera Lapor, 12 Jam Pertama Jadi Penentu Selamatkan Dana
Kerugian Akibat Pinjol dan Keuangan Ilegal Tembus Rp120 Triliun, OJK Peringatkan Risiko di Era Digitalisasi
OJK Turunkan Target Kredit 2025 Jadi 8,99 Persen, Perbankan Diminta Realistis Atur Ekspansi di Tengah Ekonomi Melambat
OJK Terbitkan POJK UMKM, Wajibkan Bank dan LKNB Dorong Pembiayaan Demi Percepatan Pemulihan Ekonomi
Misteri Dugaan Bobol RDN di BCA Rugikan Sekuritas Rp70 Miliar, OJK Turun Tangan Perketat Aturan Transfer Dana
Akhir Pelarian Adrian Gunadi: Eks Bos Investree Ditangkap di Qatar, Pulang Pakai Rompi Oranye dan Jadi Tahanan OJK
OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti