Ngabuburit Lintas Iman di Gereja Sleman, Gus Miftah Serukan Toleransi dan Rawat Kebinekaan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 8 Maret 2026 | 05:44 WIB
Ngabuburit lintas iman di Gereja Sleman bersama Gus Miftah menjadi ajakan terbuka untuk menjaga toleransi dan merawat kebinekaan. (Dok. Promedia)
Ngabuburit lintas iman di Gereja Sleman bersama Gus Miftah menjadi ajakan terbuka untuk menjaga toleransi dan merawat kebinekaan. (Dok. Promedia)

SLEMAN, Mediapriangan.com - Upaya memperkuat toleransi di tengah masyarakat kembali disuarakan melalui kegiatan ngabuburit lintas iman yang digelar di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwoharjo, Sleman, Sabtu, 7 Maret 2026. Acara tersebut menghadirkan tokoh agama Gus Miftah bersama ratusan tokoh lintas agama.

Kegiatan ngabuburit lintas iman ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang agama dan organisasi masyarakat. Forum tersebut menjadi ruang dialog sekaligus refleksi kebangsaan yang menyoroti pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman Indonesia.

Dalam kegiatan itu, Gus Miftah juga membagikan 200 buku karyanya kepada peserta. Buku tersebut berjudul "Merawat Kebhinekaan Menyemai Kerukunan" yang berisi pandangan dan refleksinya mengenai kondisi toleransi di Indonesia.

Baca Juga: Cara Beli Tiket Final Four Proliga 2026 Resmi Dibuka, Cek Pilihan Harga dan Jadwal Pertandingan di Tiga Kota

Menurut Gus Miftah, kegiatan ngabuburit lintas iman tidak sekadar menjadi pertemuan simbolik, tetapi juga momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam merawat toleransi.

"Saya percaya bahwa kerukunan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ia harus dirawat, dijaga, dan diperjuangkan oleh semua elemen bangsa, tokoh agama, masyarakat sipil, dan individu warga negara. Tanpa perlawanan kolektif terhadap intoleransi, kita akan kehilangan rumah besar bernama Indonesia, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siapa pun untuk hidup dan beribadah sesuai keyakinannya," tegas Gus Miftah.

Dalam buku yang dibagikan pada kegiatan ngabuburit lintas iman tersebut, Gus Miftah menyoroti berbagai peristiwa yang dinilai mencederai nilai toleransi, seperti perusakan rumah ibadah, penolakan pembangunan tempat ibadah, hingga pelarangan kegiatan keagamaan kelompok tertentu.

Baca Juga: Menu MBG Ibu Hamil Viral di X, Isi Donat dan Mi Instan Picu Kritik Warganet Soal Gizi

Selain itu, ia juga menyinggung maraknya ujaran kebencian di media sosial yang dapat memicu konflik di dunia nyata. Menurutnya, memperkuat toleransi harus dimulai dari kesadaran individu serta pendidikan literasi sejak dini.

Ia menilai generasi muda perlu dibekali pemahaman tentang toleransi dan keberagaman agar tidak mudah terpengaruh narasi kebencian yang beredar di ruang digital.

Dalam forum ngabuburit lintas iman tersebut, Gus Miftah juga menekankan bahwa literasi digital mengenai toleransi penting diajarkan baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Baca Juga: Puding Stroberi MBG di Malang Viral Berisi Belatung, SPPG Akui Ada Kelalaian Saat Pengolahan

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo yang memberikan pandangan mengenai pentingnya menjaga toleransi dalam kehidupan berbangsa.

Dalam orasinya, Bambang menyampaikan bahwa keberagaman merupakan identitas bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X