CIANJUR, Mediapriangan.com - Suasana tenang di Kampung Pasekon Cianjur berubah drastis saat dentuman keras memecah pagi, disusul kobaran api yang dengan cepat melalap permukiman padat penduduk. Peristiwa kebakaran Kampung Pasekon Cianjur ini terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026, dan berdampak luas bagi warga sekitar.
Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 12 rumah hangus dan memaksa puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Selain itu, tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat peristiwa yang diduga dipicu oleh kebocoran gas 12 kg tersebut.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, seorang korban menceritakan bagaimana dentuman keras kebakaran menjadi awal dari kepanikan yang tak terhindarkan. Ia menyebut kejadian berlangsung sangat cepat, bahkan sebelum warga menyadari adanya api.
Baca Juga: Kapolres Tasikmalaya Kota Salurkan Tali Asih untuk Korban Bencana Alam di Sejumlah Wilayah Terdampak
“Pas begitu kejadian cepet, nggak ada hitungan menit. Saat terjadi, dentuman keras seperti gempa di jam 05.10 WIB, kami semua keluar, lihat keadaan di luar,” tulisnya.
Tak lama setelah dentuman terdengar, kondisi lingkungan berubah drastis. Rumah di depan kediamannya sudah dalam kondisi runtuh, sementara percikan api mulai menyebar tanpa kendali.
“Yang terlihat rumah depan tetangga cuma reruntuhan, belum ada yang sadar kalo kebakaran. Tapi, percikan api begitu cepat tanpa hitungan menit sekali pun,” lanjutnya.
Api kemudian membesar dan menjalar cepat, memperparah kebakaran Kampung Pasekon Cianjur. Kepanikan meluas, terutama di kalangan anak-anak dan lansia yang berteriak histeris saat berusaha menyelamatkan diri.
“Kami semua menyaksikan api yang begitu besar di depan mata dengan tangisan teriakan banyak anak kecil dan para lansia,” terangnya.
Situasi semakin mencekam ketika beberapa ledakan kembali terjadi di tengah upaya warga menyelamatkan diri dari lokasi kejadian. Dentuman keras kebakaran terdengar berulang, mempercepat kerusakan dan memperluas area terdampak.
“Tapi Alhamdulillah, Allah masih sayang kami sekeluarga, bisa berjalan dengan beberapa kali ledakan dari gas dan beberapa kendaraan yang hangus terbakar,” paparnya.
Dalam kondisi darurat, warga berlarian tanpa sempat menyelamatkan barang berharga. Banyak dari mereka hanya keluar dengan pakaian yang melekat di badan.
Artikel Terkait
Jumlah WNI Tewas di Kebakaran Wang Fuk Court Bertambah, KJRI Percepat Proses Pemulangan Jenazah
Momen Dramatis Damkar Evakuasi Kakek dan Cucu dari Kebakaran Laundry di Bandung, Warga Sempat Panik
Kebakaran Gelondongan Kayu di Aceh Utara Saat Kemarau, Warga Desa Geudumbak Panik
Kebakaran KMP Portlink VII di Pelabuhan Ketapang Saat Muat Kendaraan, Koramil Kalipuro Bergerak Cepat
Respons Cepat Kebakaran Toko Perabotan di Kota Tasikmalaya, Polisi Tiba di TKP 7 Menit Setelah Laporan 110
Kronologi Kebakaran Toko Perabotan di Kota Tasikmalaya, Api Cepat Membesar karena Barang Mudah Terbakar