“Ini orang Bekasi Barat kak, awal tahun kemarin baru keluar dari Salemba, 2 bulan lalu maling motor juga. Setau saya posisinya sekarang di Kampung Bahari,” tulis pengirim pesan tersebut.
Sementara itu, korban mengungkapkan bahwa saat kejadian, sistem keamanan sebenarnya sempat memberikan peringatan. Namun, kondisi jaringan membuat notifikasi terlambat diterima.
“Sebenarnya ada alarm, tapi ketahuannya 15 menit setelah kejadian. Qadarullahnya saya lagi di kapal Bakauheni-Merak otw Jakarta, mungkin gangguan sinyal dan biasanya notif masuk sama suara CCTV-nya besar,” ungkapnya.
Hingga kini, meski viral CCTV Cempaka Putih telah membantu mengarah pada identitas pelaku, proses hukum masih berjalan dan pelaku belum tertangkap. Situasi ini membuat korban merasa terancam atas kemungkinan kejadian serupa terulang.
“Saya sebagai ibu dua anak merasa terancam dan tidak aman terkait pelaku belum ditangkap. Sebagai ibu dua anak, waktu dan energi saya banyak terkuras sejak 26 Maret 2026,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Banjir Tasikmalaya Picu Kemacetan Parah, Polres Tasikmalaya Kota Sigap Kendalikan Lalu Lintas di Titik Rawan
Megawati Hangestri Jadi Sorotan Proliga 2026, Yeum Hye Seon Bakal Saksikan Laga Pertamina Enduro vs Popsivo Polwan
Fan Meeting Yeum Hye Seon di Surabaya Diserbu Fans, Efek Megawati Hangestri dan Proliga 2026, Ini Jadwalnya
Jadwal Bioskop Tasikmalaya Hari Ini, Cek Pilihan Jam Tayang di Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart
Santri Didorong Pahami Sejarah Nabi, Dandim 0612/Tasikmalaya Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Keteladanan
Pelantikan PCNU Banyuwangi Digelar Besok, SK Turun Mendadak dan Langsung Tancap Gas Persiapan