Tanpa Bantuan Jabar, Anggaran Kota Tasikmalaya Menyusut Jadi Rp1,4 Triliun

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Senin, 6 April 2026 | 10:31 WIB
Wali Kota Viman Alfarizi sebut anggaran Kota Tasikmalaya anjlok ke Rp1,4 T akibat nihilnya bantuan Jabar dan pemotongan dana pusat. (Dok. AMS)
Wali Kota Viman Alfarizi sebut anggaran Kota Tasikmalaya anjlok ke Rp1,4 T akibat nihilnya bantuan Jabar dan pemotongan dana pusat. (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, prihatin Kota Tasikmalaya kembali tidak mendapat Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Wali Kota Viman, kondisi tersebut membuat keuangan daerah menghadapi tantangan berat.

Viman mengungkapkan kondisi fiskal Kota Tasikmalaya saat ini sangat memprihatinkan akibat pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

"Kota Tasikmalaya tidak menerima lagi bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujar Viman, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Dampak Pemangkasan TKD, Pemkot Tasikmalaya Wacanakan Pengurangan PPPK

Lebih lanjut, Wali Kota Viman mengungkapkan, saat ini kekuatan anggaran daerah merosot tajam ke angka Rp1,4 triliun.

Hal itu jauh berbeda dengan anggaran tahun 2021 di mana APBD Kota Tasikmalaya masih di angka Rp2 triliun lebih.

Lanjut Viman, kondisi sulit ini sebagai bentuk ujian sekaligus evaluasi terhadap tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah terlalu terlena dengan bantuan dana dari pusat dan provinsi yang mengalir lancar.

Baca Juga: 18 Gubernur ‘Geruduk’ Menkeu Purbaya, Desak TKD Tak Dipotong hingga Usulan Gaji ASN Ditanggung Pemerintah Pusat

"Kita harus melakukan langkah strategis dengan cara yang luar biasa pula guna menjaga keberlangsungan kondisi keuangan daerah.

Kita sedang dipaksa untuk bisa berenang dengan cepat di tengah kondisi sulit," tutur Viman.

Viman juga menilai OPD harus mengubah pola kerja dan bekerja lebih keras. Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama dinas penghasil, untuk mengubah pola kerja dan bekerja lebih keras.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X