Ketegangan mencapai puncaknya saat petugas akhirnya berhasil merebut sebilah pisau tersebut. Petugas langsung mengamankannya sebagai bukti fisik kuat adanya upaya pengancaman terhadap aparat yang sedang bertugas di lapangan.
Baca Juga: Final Four Proliga 2026, Intip Persiapan Jakarta Pertamina Enduro Jelang Duel Krusial di Seri Solo
"Sudah diimbau baik-baik, tapi nyerocos saja, ini barang bukti," tegas petugas sembari menunjukkan senjata yang berhasil disita.
Di hadapan petugas, sang pedagang tetap pada pembelaannya dan bersikukuh bahwa dirinya tidak memiliki niat jahat untuk melukai siapa pun, meski bukti visual berkata sebaliknya.
"Saya tidak pernah mau menusuk anggota," tegas sang pedagang dengan suara serak.
Mendengar bantahan tersebut, petugas langsung menimpali dengan nada skeptis mengingat posisi senjata sebelumnya.
"Ini buktinya apa? Mau menusuk anggota kan? Ayo mau pembelaan apalagi," timpal petugas Satpol PP di lokasi dengan tegas.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui kanal komunikasinya menyayangkan penggunaan kekerasan oleh PKL di Jakarta dalam menghadapi penegakan aturan.
Kasus dugaan sandiwara sebagai korban pungli ini kini menjadi catatan serius bagi pihak berwenang.
"Meski tak menimbulkan cedera di kedua belah pihak, aksi tidak terpuji ini tetap perlu mendapat perhatian serius. Warga diimbau untuk menghindari penggunaan kekerasan," tulis akun @pram.doel menutup keterangannya.***
Artikel Terkait
Mobil Masuk Jurang di Pletes Malang Akibat Rem Blong, Satu Keluarga Asal Kedungkandang Selamat
Bukan Meteor! Inilah Sosok Benda Terang di Langit Lampung yang Pecah Jadi Sampah Antariksa
Jadwal Film Bioskop Tasikmalaya Hari Ini, Cek Jam Tayang Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart Selasa 7 April 2026
Efek Kunjungan Yeum Hye Seon, Megawati Hangestri Pertimbangkan Kembali ke Red Sparks di Liga Voli Korea?
Kini Bayar STNK Tidak Harus Bawa KTP Lama, Masyarakat Wajib Pajak Serbu Kantor Samsat
Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya Belum Maksimal, Sampah Lebaran Masih Menumpuk di Jalan Paseh